HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siagakan 2.190 Personel untuk Cegah Karhutla di Papua saat Puncak Kemarau

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Siagakan 2.190 Personel untuk Cegah Karhutla di Papua saat Puncak Kemarau
Foto: Sebaran titik panas di Papua, Data Kementrian Kehutanan (kemenhut) per 28 Agustus 2026

Pantau - Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua dengan menyiagakan 2.190 personel gabungan dan peralatan pemadam menyusul munculnya ratusan titik panas saat puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) per 28 Agustus 2026, tercatat total 414 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Papua.

Papua Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak mencapai 233 titik panas, disusul Papua Barat 131 titik, Papua Barat Daya 30 titik, Papua Tengah 12 titik, dan Papua delapan titik.

Sementara itu, infografik Kemenhut tidak mencantumkan jumlah titik panas di Papua Pegunungan.

Kemarau dan El Nino Tingkatkan Risiko Kebakaran

Karhutla di Papua antara lain dipicu pembukaan lahan dengan cara dibakar serta kelalaian saat menggunakan api yang kemudian merambat ke vegetasi kering.

Puncak musim kemarau dan El Nino juga membuat vegetasi serta lahan menjadi lebih mudah terbakar, sedangkan angin dapat membantu api bergerak dari satu area ke area lainnya.

Pemerintah melakukan deteksi dini titik panas menggunakan data satelit yang dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

"Tim gabungan siaga mengidentifikasi titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," kata Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru.

Ribuan Personel dan 21 Mobil Pemadam Disiagakan

Sebanyak 2.190 personel gabungan disiagakan untuk melakukan pemadaman ketika ditemukan titik api di lapangan.

Pemerintah juga menyiapkan 21 mobil pemadam kebakaran yang didukung truk tangki air, ambulans, dan pompa air sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Pemangku adat turut dilibatkan untuk mencegah masyarakat melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun tanaman kering di hutan dan lahan serta segera melaporkan temuan titik api kepada TNI, Polri, atau instansi terkait.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026