
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menangani 105 anak tidak sekolah (ATS) di Kecamatan Duren Sawit melalui verifikasi dan pendampingan langsung, dengan 75 anak di antaranya menyatakan berkomitmen untuk kembali melanjutkan pendidikan.
Camat Duren Sawit Kelik Sutanto mengatakan data awal Kementerian Pendidikan sebelumnya mencatat sekitar 3.080 anak sebagai ATS di wilayah tersebut.
"Berdasarkan data awal dari Kementerian Pendidikan, terdapat sekitar 3.080 anak yang tercatat sebagai ATS di wilayah Kecamatan Duren Sawit. Namun, setelah dilakukan verifikasi langsung di lapangan, jumlah tersebut terdata sebanyak 105 anak," kata Kelik saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Dari 75 anak yang berkomitmen melanjutkan pendidikan, sebanyak 11 anak merupakan penyandang disabilitas.
Anak Disabilitas Disalurkan ke SLB
Sebanyak 11 anak penyandang disabilitas disalurkan ke sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta Timur sesuai kebutuhan pendidikan masing-masing.
Sementara itu, anak tidak sekolah yang bukan penyandang disabilitas difasilitasi melalui kerja sama Kecamatan Duren Sawit dengan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Golden.
Proses pembelajaran dilaksanakan secara daring maupun luring di Kantor Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Duren Sawit.
Menurut Kelik, sebagian besar anak tidak sekolah tersebut berasal dari keluarga kurang mampu sehingga pemerintah mempercepat penanganan agar mereka dapat masuk ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Kita upayakan akselerasi penanganan anak tidak sekolah ini selesai di bulan Agustus, dengan maksud agar mereka masuk data Dapodik. Ketika sudah masuk Dapodik, mereka bisa kita usulkan untuk mendapatkan fasilitas Kartu Jakarta Pintar," jelas Kelik.
Kelik juga meminta orang tua aktif mendampingi anak selama menjalani proses pendidikan.
"Orang tua harus senantiasa melakukan pendampingan dan membimbing anak-anaknya mengikuti proses belajar mengajar, sehingga nantinya anak tersebut bisa mendapatkan ijazah dan berguna untuk masa depan," ujarnya.
Duren Sawit Belum Memiliki SLB Negeri
Kasatlak Pendidikan Wilayah 1 Kecamatan Duren Sawit Farida Farhah mengatakan penanganan anak tidak sekolah penyandang disabilitas memiliki tantangan karena wilayah tersebut belum mempunyai SLB Negeri.
"Di Duren Sawit tidak ada SLB Negeri, sehingga kami dibantu Kepala Puskesmas untuk mengidentifikasi jenis kebutuhan anak disabilitas," kata Farida.
Kondisi tersebut membuat sebagian anak penyandang disabilitas harus mengakses SLB swasta yang membutuhkan biaya.
Penanganan turut melibatkan orang tua asuh dari kalangan tokoh masyarakat serta unsur kecamatan dan kelurahan untuk mendukung pendidikan anak tidak sekolah, khususnya penyandang disabilitas.
Farida berharap kolaborasi lintas sektor dapat memastikan anak-anak di Duren Sawit kembali memperoleh hak pendidikan dan kesempatan menyelesaikan sekolah.
- Penulis :
- Gerry Eka




