
Pantau - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu melibatkan 11 warga binaan pemasyarakatan dalam budidaya tanaman hortikultura dan peternakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi di Desa Langaleso, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Kepala Lapas Palu Makmur mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
"Kegiatan itu merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dan peternakan," kata Makmur di Palu, Minggu (30/8/2026).
Lahan produktif tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan sejumlah komoditas pangan seperti kangkung, terong, bayam, jagung, dan cabai serta tanaman produktif lainnya seperti jambu.
Selain mengelola tanaman, warga binaan dilibatkan dalam pemeliharaan ternak yang terdiri atas 12 ekor kambing, sembilan ekor sapi, dan 50 ekor bebek.
Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian
Makmur mengatakan pemanfaatan lahan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi terus dikembangkan untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan.
"Ini juga menjadi salah satu hasil nyata pembinaan kemandirian. Kami berharap WBP terus mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat," ujarnya.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui kegiatan pertanian dan peternakan.
Warga binaan memperoleh pengalaman mengelola tanaman dan memelihara hewan ternak dengan pendampingan petugas Lapas Palu.
"Melalui kegiatan kemandirian WBP mendapatkan pengalaman dalam mengelola tanaman dan memelihara hewan ternak dengan pendampingan petugas Lapas," tutur Makmur.
Warga Binaan Panen 15 Kilogram Jambu
Pengelolaan Sarana Asimilasi dan Edukasi juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Palu mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan sekaligus memanfaatkan lahan produktif.
Program tersebut menghasilkan panen jambu yang dilakukan warga binaan bersama petugas Lapas Palu pada Senin (24/8/2026).
"Pada hari Senin (24/8) WBP bersama petugas Lapas Palu telah melakukan panen jambu sebanyak 15 kilogram di kawasan SAE," ucap Makmur.
Lapas Palu terus mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan tersebut sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka




