HOME  ⁄  Ekonomi

Pemprov Sulteng Pastikan Kelangkaan Pertalite di Palu Teratasi setelah Pasokan BBM Kembali Normal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov Sulteng Pastikan Kelangkaan Pertalite di Palu Teratasi setelah Pasokan BBM Kembali Normal
Foto: (Sumber :Arsip - Kendaraan roda dia maupun roda empat antre mengisi BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU jalan Touwa Kota Palu pada Kamis (20/8/2026) malam. (ANTARA/Andri).)

Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, di sejumlah SPBU Kota Palu telah teratasi setelah pasokan dari Bau-Bau dan Bitung kembali masuk secara normal.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng Rudi Dewanto mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

"Kami telah melaksanakan pertemuan bersama pihak Pertamina, untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite," ungkap Rudi di Palu, Kamis (27/8/2026).

Gubernur Sulawesi Tengah sebelumnya meminta persoalan kelangkaan BBM segera mendapat solusi konkret agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan kondisi di lapangan kembali normal.

Pertamina menjelaskan keterlambatan pasokan Pertalite dipengaruhi cuaca buruk yang menghambat perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sekitar 15 Agustus 2026.

Kondisi tersebut kemudian menyebabkan keterlambatan pasokan Pertalite pada 16 hingga 17 Agustus 2026.

Pertamina mengambil langkah antisipasi dengan mencari pasokan alternatif dari Depot Bau-Bau serta mengambil stok dari Depot Poso untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kestabilan stok BBM di Sulawesi Tengah sekaligus mencegah kekurangan pasokan di sejumlah SPBU.

Pasokan BBM dari Bau-Bau dan Bitung kemudian kembali masuk secara normal pada periode 20 hingga 24 Agustus 2026.

Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya Kota Palu, juga disebut mulai kembali normal pada Rabu (26/8/2026).

Pemprov Sulteng meminta masyarakat tidak panik dan menghindari pembelian BBM secara berlebihan karena dapat memicu kepanikan serta memperpanjang antrean.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean," pesan Rudi.

Pemprov Sulteng bersama Pertamina akan terus memantau kondisi pasokan BBM di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Penulis :
Aditya Yohan