HOME  ⁄  Nasional

BPBD Bandung Perkuat Mitigasi Longsor setelah Karhutla Rusak Vegetasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BPBD Bandung Perkuat Mitigasi Longsor setelah Karhutla Rusak Vegetasi
Foto: Ilustrasi: Sejumlah rumah tertimbun longsor kaki gunung Burangrang.

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung memperkuat mitigasi potensi pergerakan tanah dengan mencegah kerusakan vegetasi akibat kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko longsor ketika hujan kembali turun.

Analis Kebencanaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung Ridwan Maulana mengatakan hilangnya vegetasi akibat kebakaran dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air.

“Kalau area-area yang terbakar, vegetasinya yang awalnya rimbun menjadi hilang. Ketika musim hujan datang, infiltrasinya kurang, run-off-nya tinggi, otomatis akan menimbulkan risiko longsor yang lebih tinggi,” katanya di Bandung, Minggu (30/8/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kabupaten Bandung memiliki sejumlah wilayah perbukitan dan lereng yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.

Sebanyak 16 Kecamatan Berpotensi Mengalami Pergerakan Tanah

Ridwan menjelaskan pergerakan tanah merupakan bencana geologi yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan wilayah tropis dengan tingkat pelapukan tinggi.

“Setiap bulan PVMBG mengeluarkan peta gerakan tanah. Jadi untuk gerakan tanah sendiri sebenarnya masuk kategori bencana geologi,” ujarnya.

Berdasarkan Peta Potensi Gerakan Tanah Kabupaten Bandung Agustus 2026 yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, terdapat sejumlah kecamatan dengan potensi gerakan tanah kategori menengah hingga tinggi.

Wilayah tersebut meliputi Arjasari, Baleendah, Banjaran, Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cimaung, Cimenyan, Ibun, Ciwidey, Kertasari, Kutawaringin, Pangalengan, Paseh, Pasirjambu, dan Rancabali.

Sebagian wilayah tersebut juga dipetakan memiliki potensi banjir bandang, yakni Arjasari, Banjaran, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Pasirjambu, dan Rancabali.

BPBD Sebarkan Informasi Kebencanaan Setiap Bulan

BPBD Kabupaten Bandung melakukan mitigasi nonstruktural melalui penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat menggunakan edaran yang diterbitkan secara rutin setiap bulan.

Edaran tersebut memuat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, PVMBG, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta dinas terkait untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Kalau BPBD lebih ke mitigasinya yang non-struktural. Kalau yang struktural itu ada di dinas-dinas teknis, seperti PUTR, Perkimtan, dan kewilayahan,” katanya.

Mitigasi struktural ditangani dinas teknis sesuai kewenangan masing-masing, sedangkan BPBD memusatkan langkahnya pada penyebarluasan informasi dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

Jalur Evakuasi di Wilayah Rawan Dievaluasi

Selain menyebarkan informasi kebencanaan, BPBD Kabupaten Bandung telah membuat dan mengevaluasi jalur evakuasi di Kecamatan Cilengkrang dan Cimenyan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Masyarakat juga diminta mengetahui titik kumpul sementara yang dapat digunakan saat keadaan darurat, terutama lokasi terbuka yang aman.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026