
Pantau - Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 yang digelar di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mencatat omzet transaksi UMKM sebesar Rp4,87 miliar setelah berlangsung pada 27-30 Agustus 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik mengatakan capaian tersebut berasal dari transaksi selama penyelenggaraan KKB 2026 yang diikuti 140 UMKM.
“Alhamdulillah capaian omzet transaksi UMKM dari mulai pagelaran KKB sampai dengan saat ini menembus angka Rp4,87 miliar,” ujar Agus.
Nilai transaksi tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang membukukan omzet Rp3,49 miliar.
Agus menyebut peningkatan transaksi mencerminkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap produk unggulan Kaltara, mulai dari wastra, makanan, minuman, hingga kerajinan.
“Alhamdulillah penyelenggaraan event KKB 2026 ini yang telah dibuka tanggal 27 Agustus lalu oleh Bapak Gubernur Kaltara mendapat atensi dan animo yang luar biasa dari masyarakat Kaltara,” katanya.
Ribuan Pengunjung Ramaikan KKB 2026
KKB 2026 diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebagai wadah promosi dan apresiasi bagi UMKM unggulan, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif daerah.
“Antusiasme masyarakat terhadap perhelatan KKB selama tiga hari ini juga semakin tinggi dan telah dihadiri ribuan pengunjung, bahkan ada juga pengunjung dari luar Kaltara, terutama dari Berau dan sekitarnya,” ungkapnya.
Kegiatan tahunan yang telah digelar sebanyak tujuh kali sejak 2020 tersebut juga mencatat sejumlah capaian sejak rangkaian menuju KKB dimulai pada April 2026 hingga acara puncak.
Salah satu capaian berasal dari business matching antara UMKM Kaltara dan buyer asal Malaysia, Singapura, serta Brunei Darussalam.
“Ada juga capaian businnes matching UMKM dengan buyer dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam yang menghasilkan kesepakatan bisnis Rp2,95 miliar,” bebernya.
Agus menilai kesepakatan tersebut membuka peluang bagi produk unggulan Kalimantan Utara untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional.
“Tentunya ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah di Kaltara dengan semakin meningkatnya nilai ekspor ke berbagai negara,” ujar Agus.
Kredit UMKM Tembus Rp3,83 Miliar
Dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM Kaltara juga meningkat dengan penyaluran kredit perbankan sepanjang 2026 mencapai Rp3,83 miliar.
Realisasi tersebut setara 145 persen dari target penyaluran kredit UMKM tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp2,65 miliar.
“Hal ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan perbankan termasuk juga lembaga pembiayaan non perbankan terhadap potensi dan kinerja UMKM di Kaltara sebagai pilar penggerak ekonomi daerah,” katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka




