
Pantau - Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendorong Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperketat pengawasan dan penindakan terhadap potensi penyelundupan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah terungkap kasus penyelundupan emas dan narkoba.
Dorongan tersebut disampaikan Puteri saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 28 Agustus 2026.
Penguatan pengawasan dinilai penting menyusul pengungkapan penyelundupan emas seberat 23,73 kilogram senilai sekitar Rp63 miliar pada pertengahan Agustus 2026.
“Ini tentu menjadi tantangan bagi DJBC untuk memperkuat pengawasan dan penindakan, bukan hanya di pintu keluar, tetapi juga dengan menelusuri sumber dan jalur emas tersebut dari sisi hulunya,” ungkap Puteri.
Penyelundupan Emas dan Narkoba Jadi Sorotan
Puteri menilai terungkapnya penyelundupan emas menunjukkan tantangan pengawasan kepabeanan semakin kompleks sehingga pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan di pintu masuk dan keluar.
DJBC juga didorong menelusuri sumber dan jalur distribusi barang yang berpotensi diselundupkan untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan.
Selain itu, Puteri menyoroti penurunan volume ekspor emas yang berpotensi memengaruhi penerimaan negara dari sektor bea keluar.
“Kalau menurut DJBC, penurunan ekspor emas karena perusahaan tambang emas tahun ini mengaku belum memiliki rencana ekspor. Namun, harus dipastikan faktor apa yang jadi penyebabnya. Selain itu, hal ini harus diantisipasi dampaknya terhadap kinerja penerimaan bea keluar,” jelas Puteri.
Puteri turut menyoroti pengungkapan kasus penyelundupan 26 kilogram narkoba yang melibatkan seorang pilot dari maskapai asing.
Kasus tersebut dinilai memperlihatkan jaringan penyelundupan terus mengembangkan modus dengan memanfaatkan berbagai celah dalam sistem pengawasan, termasuk jalur kru penerbangan.
“Karena itu, kami ingin memastikan pengetatan pemeriksaan yang dilakukan DJBC tidak hanya menjadi respons sesaat setelah kasus terjadi. Kalau jalur kru sudah bisa dimanfaatkan oleh jaringan penyelundupan, kita perlu memastikan celah yang sama tidak kembali dimanfaatkan dengan modus yang berbeda,” ujar Puteri.
Integritas Jajaran Bea Cukai Harus Diperkuat
Puteri meminta pengawasan berbasis risiko dan informasi terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai modus penyelundupan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta itu juga menekankan penguatan sistem pengawasan harus berjalan beriringan dengan peningkatan integritas seluruh jajaran DJBC.
Menurutnya, perbaikan sistem tidak akan berjalan optimal tanpa aparatur yang melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
“Karena sebaik apa pun perbaikan sistem dan kinerja yang dilakukan, kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada integritas setiap jajaran yang menjalankan tugas. Jadi, pembenahan DJBC bukan hanya soal memperkuat sistem dan meningkatkan capaian kinerja, tetapi juga memastikan setiap jajaran menjalankan tugas dengan integritas dan penuh tanggung jawab,” tutup Puteri.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




