HOME  ⁄  Nasional

METI Dorong Investasi Energi Bersih melalui IndoEBTKE ConEx untuk Percepat Transisi Energi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

METI Dorong Investasi Energi Bersih melalui IndoEBTKE ConEx untuk Percepat Transisi Energi Nasional
Foto: (Sumber :Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) sekaligus Direktur Proyek & Operasi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), Norman Ginting. ANTARA/HO-Pertamina NRE.)

Pantau - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mendorong percepatan investasi dan implementasi proyek energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) melalui IndoEBTKE ConEx 2026 yang digelar pada 2-4 September di Jakarta.

Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk mempercepat proyek EBTKE, terutama proyek energi terbarukan yang mulai memasuki tahap konstruksi hingga operasi.

“Kami jadikan ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut,” ujar Norman dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

IndoEBTKE ConEx 2026 digelar METI bersama Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Forum tersebut diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan proyek energi bersih, membuka akses investasi hijau, serta memperkuat ketahanan sistem energi nasional melalui kolaborasi regional dan inovasi teknologi.

Sekretaris Jenderal METI sekaligus Ketua Panitia IndoEBTKE ConEx 2026 Elvi Nasution menilai pertemuan antara pengembang proyek dan lembaga keuangan nasional maupun internasional penting untuk memperluas akses investasi EBTKE.

Ketua Umum MASKEEI Andhika Prastawa juga menekankan konservasi dan efisiensi energi sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional sekaligus percepatan transisi energi Indonesia.

“Kami mendorong penguatan implementasi konservasi dan efisiensi energi melalui berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan skema energy efficiency as a service, untuk meningkatkan kesadaran, memperluas adopsi teknologi hemat energi, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi di sektor industri maupun komersial,” ujarnya.

Norman menegaskan METI akan terus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan secara terarah dan berdampak nyata.

“METI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi nasional yang terarah dan berdampak nyata,” kata Norman.

Norman yang juga menjabat Direktur Proyek & Operasi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendukung agenda energi bersih Indonesia.

Transisi energi dinilai tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kemandirian energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis energi bersih.

“Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan kapasitas industri dan teknologi nasional,” ujar Norman.

METI menargetkan kolaborasi tersebut dapat mengakselerasi berbagai agenda EBT nasional, termasuk pengembangan PLTS 100 GW, bioetanol E20, Sustainable Aviation Fuel (SAF), panas bumi, biomassa, cofiring, dan waste to energy.

Pengembangan berbagai proyek energi bersih tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026