
Pantau - Kementerian Kebudayaan RI meluncurkan lima jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global sebagai bagian dari seri sejarah nasional yang secara keseluruhan direncanakan terdiri atas 11 jilid.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut penerbitan buku tersebut menjadi jawaban atas aspirasi panjang, terutama dari kalangan sejarawan dan organisasi, untuk menghadirkan karya sejarah secara nasional.
“Karya menunjukkan ini menjadi jawaban atas inspirasi panjang terutama para sejarawan dan organisasi menghadirkan penutup akhiran secara nasional, secara kompetensi,” ungkap Fadli Zon.
Libatkan 123 Penulis dari Berbagai Bidang Keilmuan
Buku tersebut disusun melalui fasilitasi Kementerian Kebudayaan dengan melibatkan 123 penulis dari berbagai latar belakang keilmuan.
Para penulis terdiri atas sejarawan, arkeolog, filolog, epigraf, serta peneliti yang berasal dari 34 universitas dan 11 lembaga nonperguruan tinggi.
Menurut Fadli, para penulis diberikan kebebasan dalam menentukan materi dan substansi penulisan tanpa intervensi.
Kementerian Kebudayaan secara konsisten menempatkan diri sebagai konsultator dalam proses penyusunan, sedangkan substansi, ideologi, dan narasi diserahkan secara independen kepada tim penulis.
Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kreativitas, kebebasan akademik, dan prinsip dalam penulisan sejarah.
“Sejak awal proses penyusunan, Kementerian Kebudayaan secara konsisten menempatkan diri sebagai konsultator substansi, ideologi, dan narasi untuk diserahkan kepada para sejarah. Secara independen kepada tim penulis untuk menjaga kreativitas, kebebasan akademik, dan prinsip. Dan seharusnya jelas, negara juga bertugas untuk menjamin warga, pencarian, pekerjaan, pengayaan, pengaman sejarah,” kata Fadli.
Buku tersebut juga membawa misi mengubah paradigma lama mengenai pembelajaran dan pemahaman sejarah.
Sejarah tidak lagi ditempatkan hanya sebagai hafalan mengenai tanggal, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan memahami hak-hak masyarakat.
Buku tersebut menempatkan Indonesia sebagai subjek aktif dalam penulisan sejarah dengan menggunakan perspektif Indonesia dan bukan perspektif kolonial.
“Buku ini menempatkan Indonesia sebagai subyek aktif, Indonesia setris, Indonesia perspektif, bukan kolonial perspektif,” tegas Fadli.
Lima Jilid Diluncurkan, Enam Jilid Menyusul September 2026
Dari total 11 jilid yang direncanakan dalam seri Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid terlebih dahulu.
Jilid pertama berjudul Akar Peradaban Nusantara.
Jilid kedua berjudul Nusantara dalam Jaringan Global.
Jilid ketiga berjudul Nusantara Dalam Jaringan Global: Timur Tengah.
Jilid keempat berjudul Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi.
Jilid kelima berjudul Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial.
Enam jilid lainnya direncanakan diluncurkan pada September 2026 untuk melengkapi keseluruhan seri tersebut.
Fadli mengakui proses penulisan dan penyelesaian buku membutuhkan waktu lebih panjang karena tidak hanya berkaitan dengan penyusunan materi teks.
Persoalan hak cipta foto yang digunakan sebagai penyerta teks turut memengaruhi waktu penyelesaian buku.
Proses penyuntingan serta pembuatan desain dan tata letak juga menambah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan keseluruhan seri.
Buku Dapat Diakses Digital, Naskah Akan Diamankan
Lima jilid yang telah diluncurkan sudah dapat diakses masyarakat secara digital melalui laman pustakabudaya.id.
Penyediaan buku dalam format digital diharapkan memperluas akses masyarakat Indonesia di berbagai daerah sekaligus menjadikannya sebagai rujukan untuk berbagai kegiatan riset.
Kementerian Kebudayaan juga akan memastikan keamanan naskah digital buku-buku tersebut untuk menjaga integritas karya sejarah yang telah disusun.
Pengamanan dilakukan untuk mencegah berbagai tindakan yang dapat merusak integritas naskah, termasuk manipulasi dan peretasan terhadap buku sejarah.
- Penulis :
- Arian Mesa




