HOME  ⁄  Nasional

BNN Fasilitasi Sekolah Rakyat Rintisan di Lido, 50 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Ikuti Pendidikan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BNN Fasilitasi Sekolah Rakyat Rintisan di Lido, 50 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Ikuti Pendidikan
Foto: Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau Sekolah Rakyat Rintisan yang menempati fasilitas BNN di Lido, Jawa Barat, Selasa 11/8/2026 (sumber: BNN RI)

Pantau - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memfasilitasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan di Unit Deteksi K9 BNN, Lido, Bogor, Jawa Barat, sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat Rintisan tersebut diikuti 50 peserta didik yang berasal dari keluarga kelompok desil 1 dan 2 di wilayah Kabupaten Bogor.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan pemanfaatan fasilitas BNN untuk Sekolah Rakyat Rintisan merupakan bentuk dukungan terhadap program Kementerian Sosial.

Menurut Suyudi, sinergi tersebut menunjukkan sumber daya yang dimiliki kementerian dan lembaga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk kepentingan masyarakat.

"Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bahwa dukungan lintas kementerian dapat diwujudkan secara konkret melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki masing-masing lembaga untuk kepentingan masyarakat," ungkap Suyudi.

Kolaborasi Lintas Kementerian Tak Berhenti di MoU

Suyudi menjelaskan semangat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga tidak hanya dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU), tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.

Sebelumnya, Kepala BNN RI bersama Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, dan Menteri Ketenagakerjaan menandatangani MoU tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi pada 11 Agustus 2026.

Salah satu implementasi kolaborasi tersebut adalah pemanfaatan fasilitas milik BNN untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan.

Setelah penandatanganan MoU di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Kepala BNN RI bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau Sekolah Rakyat Rintisan yang menempati fasilitas Unit Deteksi K9 BNN.

Dalam peninjauan tersebut, ketiganya melihat langsung kesiapan ruang belajar, fasilitas pendukung, serta berbagai kebutuhan yang telah dipersiapkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kepala BNN, Menteri Sosial, dan Menteri Kesehatan juga berinteraksi dengan para peserta didik yang akan mengikuti program tersebut.

Menteri Sosial menyampaikan apresiasi atas dukungan BNN dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan.

Menteri Sosial menilai dukungan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antarlembaga dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebanyak 50 Siswa Ikuti Sekolah Rakyat di Fasilitas BNN

Sekolah Rakyat Rintisan di Unit Deteksi K9 BNN diikuti 25 siswa jenjang SMP dan 25 siswa jenjang SMA.

Berdasarkan jenis kelamin, peserta didik terdiri atas 26 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan.

Seluruh peserta didik telah ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat melalui Surat Keputusan Bupati Bogor.

Untuk mendukung proses pendidikan, Sekolah Rakyat Rintisan tersebut memiliki 18 guru tamu sebagai tenaga pengajar.

Program itu juga didukung 15 tenaga pendidik yang terdiri atas 10 wali asuh dan lima wali asrama untuk mendampingi para siswa selama mengikuti kegiatan.

Para peserta didik mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 15 Agustus 2026 selama lima hari.

Setelah menyelesaikan MPLS, para siswa mengikuti program matrikulasi selama 14 hari atau dua minggu sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara penuh.

Kolaborasi BNN dan Kementerian Sosial melalui Sekolah Rakyat Rintisan tersebut menjadi bentuk dukungan bersama dalam menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sinergi lintas kementerian dan lembaga tersebut diharapkan terus diperkuat agar Sekolah Rakyat Rintisan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik sekaligus mendukung terbentuknya generasi cerdas dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026