HOME  ⁄  Nasional

Pangdam Radin Inten Mendorong Pendekatan Lingkungan untuk Mencegah Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pangdam Radin Inten Mendorong Pendekatan Lingkungan untuk Mencegah Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Foto: (Sumber :Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meninjau TNWK. Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Pangdam XXI.)

Pantau - Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi mendorong penerapan pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

"Mitigasi konflik tidak berhenti pada pembangunan pembatas fisik. Pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat turut dikembangkan," katanya di Bandarlampung, Selasa (1/9/2026).

Kristomei mengatakan pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan melatih masyarakat membudidayakan tanaman dan hewan yang tidak disukai gajah, seperti serai dan lebah.

"Serai dan lebah ini tidak disukai gajah sehingga turut menjaga supaya gajah tidak keluar. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti madu dan serai," kata dia.

Pembangunan Fasilitas Mitigasi Capai 65 Persen

Pembangunan fasilitas untuk memitigasi konflik manusia dan gajah di TNWK telah mencapai sekitar 65 persen dengan pekerjaan berupa pemasangan pagar besi di sejumlah titik kawasan.

"Pembangunan ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026 sebagai langkah strategis mencegah gajah keluar dari habitatnya dan berinteraksi dengan permukiman masyarakat. Tetapi pendekatan-pendekatan lingkungan juga harus terus dikembangkan," kata dia.

Pagar tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah gajah keluar dari habitat dan memasuki kawasan permukiman masyarakat di sekitar TNWK.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Ancaman Karhutla

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus memperkuat pengawasan kawasan TNWK untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

"Kesiapsiagaan personel tetap dilakukan melalui pemantauan lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat," kata dia.

Pemerintah juga mempersiapkan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan sebagai bagian dari mitigasi untuk menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

"Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. Ada yang melakukan sosialisasi, ada juga yang monitoring," kata Mirzani.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026