
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur mengalami curah hujan kategori rendah pada periode 1–10 September 2026 dengan kisaran 0–50 milimeter.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda Riza Arian Noor mengatakan kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada Dasarian I September 2026.
"Deterministik curah hujan pada Dasarian I September 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 mm,” kata Riza.
Meski curah hujan diprediksi rendah, peluang terjadinya hujan di Kalimantan Timur masih berada di atas 90 persen dengan sifat hujan didominasi kategori bawah normal.
Mahakam Ulu dan Kutai Barat Berpotensi Hujan Lokal
BMKG memprakirakan sebagian kecil wilayah Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat masih berpotensi mengalami kilat atau hujan lokal berdurasi singkat.
Riza mengatakan kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur berada pada kategori sangat pendek atau 1–5 hari hingga sangat panjang atau 31–60 hari.
Durasi HTH terpanjang tercatat di Batu Enggau, Kabupaten Paser, yang mencapai 39 hari berturut-turut tanpa hujan.
BMKG Ingatkan Risiko Kekurangan Air dan Karhutla
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi penurunan ketersediaan air bersih serta peningkatan titik panas atau hotspot akibat kondisi kering.
Masyarakat dan pelaku sektor pertanian juga diminta menghemat penggunaan air untuk mengantisipasi kondisi curah hujan rendah.
BMKG mengingatkan masyarakat menghindari aktivitas pembakaran lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan selama periode kering.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




