HOME  ⁄  Nasional

BMKG Memprediksi Mayoritas Kota Besar Mengalami Cuaca Berawan hingga Hujan Ringan pada Selasa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Memprediksi Mayoritas Kota Besar Mengalami Cuaca Berawan hingga Hujan Ringan pada Selasa
Foto: (Sumber :Sejumlah anak bermain di kolam penampungan air yang mengering di Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia mengalami kondisi berawan hingga hujan ringan pada Selasa (1/9/2026), sementara Padang berpotensi diguyur hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG Selly Brilian menjelaskan daerah konvergensi terbentuk di sejumlah wilayah Indonesia sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang kawasan yang dilaluinya.

Padang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Daerah konvergensi terpantau di perairan barat Aceh, perairan barat Sumatera Utara, pesisir barat Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan hingga Riau, Jawa Timur hingga Jawa Tengah, Laut Jawa, Selat Karimata, dan Laut Natuna.

Kondisi serupa juga terbentuk dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Selat Makassar bagian selatan, serta Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat.

BMKG memprakirakan Padang menjadi kota besar yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang pada Selasa.

Hujan ringan diprakirakan terjadi di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Ambon, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.

Sementara itu, kondisi berawan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Denpasar, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, dan Merauke.

Sembilan Daerah NTB Berstatus Awas Kekeringan

Di tengah potensi hujan di sejumlah wilayah, BMKG sebelumnya menetapkan sembilan dari 10 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat berstatus awas kekeringan meteorologis akibat periode hari tanpa hujan yang semakin panjang.

"Hanya Kota Mataram yang saat ini belum masuk status awas kekeringan karena masih level siaga, sedangkan sembilan daerah lainnya sudah berada di level awas kekeringan meteorologis," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Senin (31/8/2026).

Wilayah berstatus awas tersebut meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta Kota Bima dengan cakupan total 38 kecamatan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026