HOME  ⁄  Nasional

Polres Jakarta Pusat Menerapkan Pendekatan Humanis saat Mengawal Aksi Petani Tebu di Monas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polres Jakarta Pusat Menerapkan Pendekatan Humanis saat Mengawal Aksi Petani Tebu di Monas
Foto: (Sumber :Sejumlah petugas kepolisian membagikan makanan dan minuman kepada massa aksi yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Polres Jakpus.)

Pantau - Polres Metro Jakarta Pusat menerapkan pendekatan humanis dalam mengawal aksi ratusan petani tebu yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) di kawasan Monas, Jakarta, Selasa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan dengan menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat sekaligus memastikan aksi berlangsung aman, tertib, dan damai.

"Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tugas kami adalah memberikan pelayanan dan pengamanan agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, tertib, dan damai," kata Reynold dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Personel Polwan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat turut membagikan roti dan air mineral kepada massa di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di seberang Menara Danareksa.

"Polri hadir tidak hanya untuk mengamankan kegiatan, tetapi juga memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat," ujarnya.

Polisi Mengerahkan 524 Personel

Sebanyak 524 personel disiagakan untuk melakukan pengamanan dan pelayanan selama aksi berlangsung serta mengimbau massa menjaga ketertiban dan tidak mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Massa tiba di kawasan Parkir IRTI Monas sekitar pukul 06.15 WIB sebelum bergerak menuju Silang Selatan Monas pada pukul 09.17 WIB.

Setibanya di lokasi, peserta aksi menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui pengeras suara.

Petani Tebu Menuntut Kenaikan HPP Gula

Petani tebu dalam aksi tersebut meminta harga pembelian pemerintah (HPP) gula petani dinaikkan menjadi Rp16.875 per kilogram.

Massa juga menuntut penghapusan harga eceran tertinggi (HET) gula, penetapan rendemen tebu minimal delapan persen, serta penghentian impor gula konsumsi.

Hingga berita tersebut disiarkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan situasi di sekitar Silang Selatan Monas terpantau aman dan kondusif.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026