HOME  ⁄  Nasional

Tim Alfa TNI Memetakan Jalur Udara untuk Mempercepat Penanganan Titik Panas di Kalimantan Barat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tim Alfa TNI Memetakan Jalur Udara untuk Mempercepat Penanganan Titik Panas di Kalimantan Barat
Foto: (Sumber :Tim Alfa gabungan dari tiga matra TNI melakukan surveilans dan pemetaan melalui udara untuk mendeteksi titik panas serta mencari jalur tercepat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat. (Antara / HO : Humas Lanud Supadio).)

Pantau - Tim Alfa gabungan tiga matra TNI melakukan surveilans dan pemetaan melalui udara untuk mendeteksi titik panas sekaligus mencari jalur tercepat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

"Kegiatan tersebut mendapat dukungan Yon Parako 466 Pasgat yang menurunkan satu tim visual control point (VCP) untuk mengarahkan pergerakan paramotor dalam operasi pemetaan dari udara di Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya," kata Tertua VCP dari Yon Parako 466 Pasgat Lettu Pas Richo Hamdan di Sungai Raya, Selasa.

Tim Alfa terdiri atas personel sejumlah satuan, antara lain Kopassus, Korpasgat, Kostrad, dan Korps Marinir, yang dikerahkan untuk mempercepat deteksi serta penanganan titik panas di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pengerahan pasukan tersebut merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk membantu masyarakat dan pemerintah menangani bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Paramotor Digunakan Memetakan Akses Terdekat

Tim menggunakan paramotor untuk melakukan surveilans dan pemetaan lokasi titik panas sekaligus menentukan akses terdekat bagi personel pemadam menuju kawasan kebakaran.

"Pemetaan udara dinilai penting karena sejumlah titik kebakaran di Kalimantan Barat berada di kawasan savana dan padang alang-alang yang mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat meluap" kata Richo.

Pemetaan udara juga digunakan untuk menentukan titik pendaratan maupun jalur terdekat karena akses darat menuju sejumlah lokasi kebakaran membutuhkan waktu cukup lama, terutama di kawasan terpencil dan terisolasi.

"Personel tidak perlu menyisir kawasan secara acak, tetapi dapat langsung menuju titik yang telah dipetakan melalui pemantauan udara," tuturnya.

Drone Turut Dikerahkan Mendeteksi Titik Panas

Selain paramotor, tim memanfaatkan drone untuk mendeteksi titik panas dan memberikan gambaran kondisi lapangan sebelum personel bergerak menuju lokasi.

"Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan karhutla, terutama di kawasan hutan dan lahan yang sulit dijangkau, sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas," tuturnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026