
Pantau - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan kantor perwakilan Rusia di Indonesia tidak melakukan perekrutan dalam bentuk apa pun untuk Angkatan Bersenjata Rusia di tengah polemik dugaan delapan warga negara Indonesia (WNI) bergabung dengan militer negara tersebut.
“Kantor perwakilan Rusia di manapun di Indonesia sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia,” ungkap Tolchenov seusai konferensi pers roadshow Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) di Jakarta, Selasa.
Rusia Sebut Warga Asing Bergabung atas Keputusan Pribadi
Tolchenov tidak memungkiri terdapat warga negara asing dari berbagai kalangan yang memutuskan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia ketika berada atau menetap di Rusia.
Menurut dia, warga asing tersebut dapat berasal dari kalangan pekerja, mahasiswa, hingga wisatawan.
Tolchenov menyatakan keputusan warga negara asing untuk bergabung dengan militer Rusia merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing individu.
“Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya,” ungkap Tolchenov.
Tolchenov mengaku telah mengetahui langkah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang tengah menyelidiki keberadaan delapan WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia.
Ia menyatakan pihak Rusia siap memberikan penjelasan dan bekerja sama apabila diminta oleh Kemlu RI terkait penyelidikan tersebut.
“Jika mereka ingin menanyakan sesuatu pada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama,” ungkap Tolchenov.
Kemlu Verifikasi Dugaan Delapan WNI Bergabung dengan Militer Rusia
Polemik tersebut mencuat setelah muncul laporan mengenai delapan WNI yang disebut direkrut Angkatan Bersenjata Rusia untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina.
Informasi itu berasal dari laporan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina yang diterbitkan melalui Telegram pada 27 Agustus.
Menurut laporan The New Voice of Ukraine, badan intelijen tersebut menyatakan telah memperoleh dokumen yang disebut mengonfirmasi perekrutan delapan WNI.
Media tersebut juga menyebut perekrutan warga negara asing memungkinkan Kremlin menambah kekuatan pasukannya sekaligus memanfaatkan warga asing sebagai bagian dari propaganda.
Sementara itu, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang memastikan Pemerintah Indonesia masih melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai WNI yang diduga bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia.
Verifikasi dilakukan melalui Perwakilan RI serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Pemerintah juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan maupun eksploitasi terhadap WNI dalam dugaan perekrutan tersebut.
Selain itu, pemerintah akan memeriksa kemungkinan para WNI direkrut melalui tawaran pekerjaan yang ternyata tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya




