HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, Warga Disarankan Kurangi Aktivitas di Luar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, Warga Disarankan Kurangi Aktivitas di Luar
Foto: (Sumber :Arsip foto - Sejumlah warga mengenakan masker saat berada di Stasiun KA Manggarai, Jakarta, Kamis (24/8/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym/pri. ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA.)

Pantau - Kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif pada Rabu, 2 September 2026 pagi sehingga masyarakat dalam kelompok tersebut disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data IQAir yang diperbarui pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta berada pada angka 127 dengan konsentrasi polutan PM2,5 mencapai 46,3 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi PM2,5 tersebut tercatat 9,3 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM2,5 merupakan partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang terdapat di udara, termasuk dalam bentuk debu, asap, dan jelaga.

Paparan PM2,5 dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko kematian dini, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Warga Disarankan Mengenakan Masker

Rekomendasi kesehatan dalam kondisi tersebut meliputi menghindari aktivitas di luar ruangan, mengenakan masker, menutup jendela untuk mencegah masuknya udara luar yang kotor, serta menyalakan penyaring udara.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air minum agar tidak mengalami dehidrasi dan memeriksa kualitas udara sebelum beraktivitas.

Masyarakat juga diminta memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan ketika kondisi udara memburuk.

Warga disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, serta rasa perih pada mata atau tenggorokan.

Jakarta berada di urutan kesembilan dalam daftar kualitas udara terburuk di Indonesia pada Rabu pagi setelah Pontianak dengan indeks 765, Palembang 192, Bandung 165, Palangkaraya 163, Pekanbaru dan Surabaya masing-masing 156, Serpong 153, serta Tangerang Selatan 147.

Pemprov DKI Dorong Pengurangan Kendaraan Pribadi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said dan kawasan Sudirman-Thamrin membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor sekaligus menekan polusi udara.

Penurunan emisi tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya aktivitas lalu lintas kendaraan di kawasan pusat kota selama HBKB berlangsung.

Sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran udara di Jakarta.

Pemprov DKI karena itu terus mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi melalui sejumlah kebijakan, termasuk pelaksanaan HBKB.

Kegiatan tersebut juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara sekaligus menyediakan ruang publik yang lebih sehat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026