
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiaga dan menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi berbagai risiko musim kemarau, mulai dari kekeringan, kebakaran, penurunan kualitas udara, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
Pramono menyampaikan arahan tersebut saat menjadi pembina Apel Jaga Jakarta dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau di Monas, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
“Dalam menghadapi kondisi ini, saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi. Setiap perangkat daerah harus memahami potensi dampak sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, menyiapkan sumber daya, dan memastikan langkah mitigasi dapat langsung dijalankan,” kata Pramono.
Pemprov DKI Diminta Pastikan Ketersediaan Air Bersih
Pramono menekankan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau harus dipastikan hingga tingkat wilayah dengan mengenali karakter dan kondisi masing-masing kawasan.
Jajaran Pemprov DKI juga diminta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sehingga sumber daya yang diperlukan dapat disiapkan secara tepat.
“Kedua, memastikan pelayanan air bersih berjalan dengan cepat dan tepat. Pastikan ketersediaan sumber air lainnya, sarana distribusi, dan personel tetap terjaga. Berikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Pramono.
Pramono selanjutnya meminta koordinasi dan kolaborasi lintas sektor diperkuat agar seluruh unsur dapat bergerak bersama secara cepat dan efisien.
Ia juga meminta kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana dijadikan budaya kerja dan tanggung jawab bersama.
“Ke depan, sinergi bersama segenap unsur Forkopimda terus diperkuat dalam menghadapi dampak musim kemarau dengan melakukan pengawasan titik rawan kebakaran, pengawasan stok pangan, serta meningkatkan edukasi mengenai bahaya arus pendek listrik di permukiman padat penduduk,” ungkap Pramono.
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus hingga September
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026 dengan fenomena El Nino yang masih berlangsung hingga awal 2027.
Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan, kebakaran, penurunan kualitas udara, serta ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
Cuaca yang semakin panas dan kering selama musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Pemprov DKI menggelar Apel Jaga Jakarta sebagai bagian dari kesiapan seluruh jajaran dalam mengantisipasi dan menangani berbagai dampak musim kemarau.
- Penulis :
- Aditya Yohan




