HOME  ⁄  Nasional

TNGGP Perpanjang Penutupan Pendakian Gunung Gede hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

TNGGP Perpanjang Penutupan Pendakian Gunung Gede hingga Waktu yang Belum Ditentukan
Foto: Pintu masuk pendakian Gunung Gede Pangrango di kawasan wisata Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (sumber: ANTARA/Ahmad Fikri)

Pantau - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memperpanjang penutupan aktivitas pendakian Gunung Gede hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk pemulihan ekosistem, mengantisipasi kebakaran hutan, dan menjamin keselamatan pendaki.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah kebakaran melanda kawasan Alun-alun Suryakancana dan Kawah Wadon serta mempertimbangkan kondisi puncak musim kemarau panjang.

Perpanjangan penutupan pendakian Gunung Gede didasarkan pada Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor 21 Tahun 2026.

Kebakaran Padam, Risiko Masih Mengancam

Kebakaran di Alun-alun Suryakancana dan Kawah Wadon telah berhasil dipadamkan, tetapi potensi kebakaran kembali masih ada akibat kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan puncak yang berada dekat dengan kawah.

"Musim kemarau membuat rumput dan pohon di kawasan taman nasional, terutama di puncak dekat kawah mengering, sehingga mudah terbakar dan dapat memicu terjadinya kebakaran akibat faktor alam dan kelalaian," katanya.

Kondisi rumput dan pepohonan yang kering membuat kawasan taman nasional lebih mudah terbakar, baik akibat faktor alam maupun kelalaian manusia.

Balai Besar TNGGP belum menentukan waktu pembukaan kembali jalur pendakian karena berbagai potensi gangguan dan kebakaran masih dapat terjadi selama musim kemarau panjang.

Penutupan akan tetap diberlakukan selama kondisi kawasan dinilai belum aman untuk aktivitas pendakian.

Selama penutupan, Balai Besar TNGGP akan terus memantau kondisi kawasan sekaligus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.

Pendaki Bisa Ajukan Pengembalian Dana atau Jadwal Ulang

Penutupan tersebut turut berdampak terhadap pendaki yang telah melakukan pendaftaran secara online, khususnya untuk jadwal pendakian mulai 1 September 2026.

Pendaki yang telah mendaftar dapat mengajukan pengembalian dana atau refund melalui WhatsApp resmi Balai Besar TNGGP.

Pendaki juga dapat memilih menjadwalkan ulang rencana pendakian melalui aplikasi Simaksi TNGGP.

"Para pendaki yang sudah mendaftar sejak tanggal 1 September dapat mengajukan pengembalian uang atau menjadwal ulang melalui aplikasi Simaksi TNGGP atau nomor WhatApp resmi," katanya.

Petugas dan Warga Awasi Pendaki Ilegal

Balai Besar TNGGP menempatkan petugas di setiap jalur dan pintu masuk pendakian selama masa penutupan untuk mencegah pendaki melakukan aktivitas secara ilegal.

Pengawasan juga melibatkan masyarakat yang tinggal di kawasan kaki gunung untuk memantau dan melaporkan apabila menemukan pendaki yang tetap masuk selama penutupan.

"Selain petugas kami melibatkan masyarakat di kaki gunung untuk melakukan pengawasan dan pelaporan ketika mendapati pendaki ilegal selama penutupan," katanya.

Balai Besar TNGGP menyiapkan sanksi tegas bagi pendaki yang kedapatan memaksakan diri melakukan pendakian secara ilegal, mulai dari sanksi administrasi hingga larangan mendaki di seluruh taman nasional.

Penutupan Gunung Gede akan tetap diberlakukan hingga kondisi dinilai aman sembari Balai Besar TNGGP memulihkan ekosistem, memantau risiko kebakaran, dan mengamankan jalur pendakian selama musim kemarau panjang.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026