
Pantau - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 1.350 titik api atau hotspot terdeteksi hingga akhir Agustus 2026 dengan Kabupaten Kaur menjadi wilayah yang mencatat jumlah tertinggi sebanyak 366 titik.
“Dari Januari hingga 27 Agustus 2026, sebaran hotspot atau titik api ini terdapat di beberapa kabupaten, yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan karhutla,” kata Kepala DLHK Provinsi Bengkulu Safnizar di Bengkulu, Selasa (1/9/2026).
Data titik api tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah untuk menentukan langkah pencegahan dan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data itu juga digunakan sebagai pertimbangan dalam menyiapkan personel serta menempatkan sarana dan prasarana guna mendukung respons cepat ketika terjadi kebakaran.
Kabupaten Kaur Catat 366 Titik Api
Dari total 1.350 titik api yang terdeteksi, Kabupaten Kaur mencatat jumlah tertinggi dengan 366 titik yang menunjukkan sebaran hotspot di Provinsi Bengkulu tidak merata.
Berdasarkan data indikasi luas kebakaran hutan dan lahan, area yang terindikasi terbakar di Bengkulu mencapai 125,15 hektare dengan persebaran yang juga tidak merata.
“Apabila kita sandingkan antara data titik api dengan data luas kebakaran, maka terdapat kebutuhan untuk meningkatkan analisis spasial dan verifikasi di lapangan,” ujarnya.
Analisis dan verifikasi lapangan diperlukan untuk mengetahui kemungkinan lokasi kejadian, karakteristik wilayah, penyebab, pola kejadian, serta faktor yang memengaruhi kebakaran.
Informasi tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan langkah pencegahan yang efektif sekaligus menyesuaikan kesiapsiagaan dengan kondisi setiap wilayah.
DLHK Perkuat Deteksi Dini dan Patroli Terpadu
Safnizar menegaskan penanganan karhutla harus mengutamakan pencegahan dan deteksi dini agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
“Kita tidak boleh menunggu sampai kebakaran menjadi besar baru kemudian bergerak. Deteksi dini harus menjadi tindakan pertama, pencegahan harus menjadi prioritas, respons cepat harus menjadi budaya kerja dan koordinasi harus menjadi kekuatan kita bersama,” kata Safnizar.
DLHK Provinsi Bengkulu akan memperkuat pencegahan dan pengawasan melalui patroli terpadu serta sosialisasi dan edukasi kepada berbagai pihak.
Upaya tersebut melibatkan berbagai unsur sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk memperkuat pencegahan, deteksi dini, serta penanganan karhutla di Bengkulu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




