
Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur mengintensifkan pemantauan kualitas udara ambien menyusul meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sendawar, Kutai Barat, mencapai kategori Berbahaya.
Kepala DLH Kaltim Joko Istanto di Samarinda, Selasa (1/9/2026), mengatakan penurunan kualitas udara berkaitan dengan sebaran asap karhutla yang menurunkan tingkat kebersihan udara.
Berdasarkan data aplikasi ISPUnet per 30 Agustus 2026 pukul 16.00 WITA, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengalami fluktuasi signifikan dengan parameter kritis didominasi materi partikulat (PM).
ISPU Sendawar Capai Kategori Berbahaya
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.14/2020, ISPU terbagi menjadi kategori Baik pada angka 0-50, Sedang 51-100, Tidak Sehat 101-200, Sangat Tidak Sehat 201-300, dan Berbahaya di atas 300.
Data stasiun ISPUnet menunjukkan Sendawar di Kabupaten Kutai Barat mencatat kondisi terparah dengan ISPU 318 atau masuk kategori Berbahaya.
Angka tersebut menurun dibandingkan pemantauan pada pukul 07.00 WITA yang sempat mencapai 376.
Wilayah Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara yang masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga tercatat dalam kategori Tidak Sehat.
Titik Sanipah KP-IKN mencatat ISPU 105, sedangkan Wonotirto KP-IKN mencapai 180.
Samarinda di titik Taman Segiri tercatat memiliki ISPU 67, Balikpapan di Sepinggan 64, dan Penajam Paser Utara 70 sehingga berada dalam kategori Sedang.
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di Sepaku juga berada dalam kategori Sedang dengan indeks berkisar 56-73.
Sementara itu, Kota Bontang mencatat indeks 50 sehingga masih berada dalam kategori Baik.
Berau dan Kutai Kartanegara Juga Catat Udara Tidak Sehat
Selain menggunakan stasiun tetap pemantauan kualitas udara otomatis ISPUnet, DLH Kaltim melakukan pemantauan melalui AQMS portabel dan manual active sampler di Kabupaten Berau serta Kutai Kartanegara.
Hasil pemantauan menggunakan metode pendukung menunjukkan Kabupaten Berau mencatat indeks 131 atau kategori Tidak Sehat pada 28-29 Agustus 2026 dengan parameter kritis PM2,5.
Kutai Kartanegara juga sempat mencatat indeks 196 atau kategori Tidak Sehat dengan parameter kritis ozon (O3).
DLH Imbau Kelompok Sensitif Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Joko mengimbau masyarakat, terutama kelompok sensitif yang berada di wilayah dengan kualitas udara Tidak Sehat, untuk mengurangi aktivitas fisik dalam waktu lama di luar ruangan.
Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau menggunakan masker pelindung untuk mengurangi paparan polutan.
Pemerintah daerah terus mengoptimalkan sinergi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Provinsi Kalimantan Timur untuk melakukan mitigasi cepat terhadap titik-titik pemicu kebakaran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




