HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Kaltim Mengawal Proyek Gasifikasi Batu Bara untuk Memperkuat Kedaulatan Industri

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov Kaltim Mengawal Proyek Gasifikasi Batu Bara untuk Memperkuat Kedaulatan Industri
Foto: (Sumber :Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto saat menghadiri peresmian PSN gasifikasi batu bara yang dikembangkan oleh perusahaan patungan PT Bumi Etam Chemical (BEC), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. (ANTARA/HO-Dinas ESDM Kaltim).)

Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengawal pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) gasifikasi batu bara kalori rendah menjadi metanol di Kabupaten Kutai Timur untuk mendukung kedaulatan industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan membuka lapangan kerja.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur Bambang Arwanto mengatakan proyek hilirisasi tersebut berlokasi di Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

"Proyek hilirisasi bernilai tambah tersebut berpusat di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur," kata Bambang di Samarinda, Selasa (1/9/2026).

Bambang menegaskan proyek tersebut harus memiliki keberlanjutan hingga memasuki tahap produksi massal dan memberikan manfaat ekonomi bagi Kalimantan Timur.

"Jangan sampai proyek ini hanya sebatas pemasangan tiang tanpa kelanjutan yang jelas, kita ingin hilirisasi ini benar-benar berjalan, menghasilkan produk, membuka lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi Kalimantan Timur," ujar Bambang.

Pabrik Ditargetkan Produksi Dua Juta Ton Metanol

Proyek yang dikembangkan perusahaan patungan PT Bumi Etam Chemical (BEC) tersebut memanfaatkan lahan sekitar 93 hektare di kawasan BCIP.

Pabrik gasifikasi ditargetkan memproduksi sekitar dua juta ton metanol per tahun untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.

Kehadiran pabrik tersebut diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor metanol sekaligus menghemat devisa negara hingga Rp7,1 triliun per tahun.

Proses hilirisasi akan membutuhkan sekitar 7,70 juta hingga 7,78 juta ton batu bara berkalori 3.400 kcal/kg setiap tahun sebagai bahan baku.

Batu bara tersebut akan diolah menjadi metanol yang memenuhi standar global International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA).

Proyek Diproyeksikan Menyerap Ribuan Tenaga Kerja

Pemprov Kalimantan Timur memastikan proyek tersebut diarahkan untuk memprioritaskan penyerapan sumber daya manusia dari daerah setempat.

Kebutuhan tenaga kerja lokal diperkirakan mencapai 2.000 orang pada tahap awal konstruksi dan meningkat hingga 5.000 orang saat puncak pembangunan.

Ketika pabrik beroperasi penuh, proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 800 pekerja operasional.

Pemprov Kalimantan Timur meyakini proyek hilirisasi tersebut dapat menghasilkan efek berganda atau multiplier effect melalui peningkatan investasi, kompetensi tenaga kerja, dan pertumbuhan pusat kegiatan ekonomi baru di sekitar Kutai Timur.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026