HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenperin Siapkan Delapan Program Utama 2027 untuk Perkuat Fondasi Industri Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenperin Siapkan Delapan Program Utama 2027 untuk Perkuat Fondasi Industri Nasional
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky melakukan rapat kerja dengab Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin 31/8/2026 (sumber: ANTARA/A Muzdaffar Fauzan)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan delapan program kerja utama pada 2027 untuk memperkuat fondasi industri nasional, menjaga momentum pertumbuhan manufaktur, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing industri Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta mendorong transformasi dan penguatan struktur industri nasional.

"Kemenperin telah menetapkan sejumlah program kerja utama tahun 2027 yang intinya difokuskan pada penguatan fondasi industri nasional," kata Agus.

Penguatan kemampuan industri nasional tersebut diselaraskan dengan arah pembangunan yang tercantum dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027.

Dalam RKP 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,8 persen, sedangkan pertumbuhan industri pengolahan ditargetkan sebesar 5,86 persen.

Kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2027 juga ditargetkan mencapai 21,5 persen.

Delapan Program Jadi Instrumen Penguatan Industri

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Kemenperin menetapkan delapan program kerja utama sebagai instrumen penguatan industri nasional pada 2027.

Program pertama adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri untuk mendukung kebutuhan dan perkembangan sektor industri nasional.

Program kedua berupa penguatan industri kecil menengah (IKM) sebagai bagian dari rantai pasok industri.

Program ketiga adalah hilirisasi industri berbasis sumber daya alam sekaligus pengembangan industri prioritas.

Program keempat berupa peningkatan produktivitas industri melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi.

Program kelima adalah peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Program keenam adalah pengembangan industri halal.

Program ketujuh mencakup akselerasi ekspor produk dan jasa industri serta akselerasi industri hijau.

Program kedelapan berupa pengembangan aglomerasi industri melalui kawasan industri.

Menurut Agus, delapan program tersebut menjadi instrumen untuk memastikan agenda penguatan pasar domestik, peningkatan produktivitas, hilirisasi, transformasi industri, dan perluasan pasar tetap berjalan sesuai arah RKP 2027.

"Delapan program tersebut merupakan instrumen untuk memastikan agenda penguatan pasar domestik peningkatan produktivitas, hilirisasi, transformasi industri, dan perluasan pasar sebagaimana diarahkan pada RKP 2027 dapat tetap berjalan," ungkap Agus.

Anggaran Turun 19,51 Persen, Kemenperin Usulkan Tambahan Rp1,72 Triliun

Pelaksanaan berbagai agenda pembangunan industri pada 2027 masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran.

Kemenperin memperoleh pagu anggaran 2027 sebesar Rp2,01 triliun atau turun Rp488,16 miliar dibandingkan pagu awal pada 2026.

Secara persentase, pagu anggaran Kemenperin pada 2027 turun sebesar 19,51 persen dibandingkan pagu awal 2026.

Di tengah keterbatasan tersebut, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas sektor industri.

Tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing industri.

Anggaran tambahan juga dibutuhkan untuk memperkuat hilirisasi, pengembangan IKM, pembangunan SDM industri, serta mendukung transformasi industri nasional.

"Kemenperin mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk memperkuat berbagai program prioritas yang berdampak langsung terhadap produktivitas, daya saing, hilirisasi, penguatan IKM, pengembangan sumber daya manusia industri, dan transformasi industri nasional," kata Agus.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026