
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan sertifikasi kompetensi tenaga kerja tidak boleh sekadar menjadi bukti telah mengikuti pelatihan, tetapi harus mencerminkan kemampuan yang dibutuhkan dan mendapat pengakuan dari industri hingga tingkat internasional.
Yassierli menilai pengakuan industri menjadi penting agar sertifikasi yang dimiliki tenaga kerja mempunyai nilai dan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Jangan sampai kita hanya memiliki sertifikasi, tetapi sertifikasi itu tidak diakui oleh industri. Karena itu, kompetensi dan sertifikasinya harus mendapatkan recognition, bahkan kalau bisa sampai di tingkat internasional,” ungkap Yassierli.
Kompetensi Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi
Menurut Menaker, kebutuhan kompetensi tenaga kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), otomasi, dan transisi hijau.
Kondisi tersebut membuat pengembangan kompetensi tenaga kerja harus terus disesuaikan agar kemampuan pekerja tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perubahan dunia kerja.
Untuk menghadapi tantangan itu, Yassierli meminta perusahaan mengembangkan training center menjadi Center of Excellence atau pusat keunggulan pada bidang kompetensi tertentu.
Perusahaan dinilai memiliki modal untuk membangun pusat keunggulan tersebut, mulai dari pengalaman, penguasaan teknologi, hingga ketersediaan tenaga ahli.
Keberadaan Center of Excellence diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan kompetensi sekaligus membuat kemampuan peserta magang di suatu perusahaan mendapat pengakuan dari perusahaan lain dalam industri yang sama.
“Kalau seseorang magang di perusahaan yang menjadi Center of Excellence, harapannya kompetensinya diakui oleh perusahaan lain di industri yang sama,” kata Yassierli.
Program Magang Didorong Hasilkan Kompetensi Terukur
Menaker juga menilai program magang perlu diarahkan agar tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi mampu menghasilkan kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan diharapkan meningkatkan keterlibatannya dalam menyediakan kesempatan pemagangan dan pelatihan kepada lebih banyak peserta.
“Karena itu, perusahaan diharapkan meningkatkan komitmen dalam menyediakan kesempatan pemagangan dan pelatihan bagi lebih banyak peserta,” ujar Yassierli.
Selain mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan saat ini, Menaker meminta perusahaan mengambil peran lebih besar dalam mempersiapkan future skills melalui kegiatan pelatihan dan pemagangan.
Keterlibatan langsung industri dinilai penting untuk memastikan kompetensi tenaga kerja tetap selaras dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Yassierli menegaskan industri tidak seharusnya hanya menjadi pihak yang menggunakan tenaga kerja, tetapi juga ikut bertanggung jawab menyiapkan kompetensi pekerja untuk menghadapi perubahan pada masa depan.
“Industri tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Kita ingin perusahaan semakin aktif menjadi bagian dari penyiapan future skills,” ungkap Yassierli.
- Penulis :
- Leon Weldrick




