
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 423,5 hektare lahan hingga 1 September 2026.
"Selama periode 29 Mei 2026 hingga kini tercatat luas lahan yang terbakar di Muara Enim mencapai seluas 423,5 Ha," kata Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra dalam keterangan tertulis yang diterima dari Palembang, Rabu (2/9/2026).
Abdurrozieq mengatakan luas lahan yang terbakar tersebut berasal dari 109 peristiwa karhutla yang terjadi sejak 29 Mei 2026.
Wilayah yang terdampak selama musim kemarau antara lain Kecamatan Gelumbang, Kelekar, Gunung Megang, Muara Enim, Sungai Rotan, dan Lawang Kidul.
Muara Enim Masuk Zona Merah Karhutla
BPBD mencatat Kecamatan Gelumbang menjadi wilayah yang paling banyak mengalami karhutla dengan kebakaran terjadi di sejumlah desa.
Desa yang terdampak di Kecamatan Gelumbang antara lain Pinang Banjar, Tabangan Kelekar, Kerta Mulya, Suka Menang, Teluk Limau, dan Gumai.
Banyaknya peristiwa kebakaran lahan tersebut membuat Kabupaten Muara Enim ditetapkan sebagai daerah zona merah karhutla.
Status zona merah kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan pos komando yang melibatkan perangkat daerah dan instansi terkait sesuai tugas serta fungsi masing-masing.
BPBD Menyiagakan 50 Personel Satgas Karhutla
BPBD Muara Enim telah mengaktifkan posko penanggulangan karhutla yang dilengkapi peralatan untuk mendukung upaya pemadaman dan penanganan kebakaran.
Sebanyak 50 personel satuan tugas penanggulangan karhutla juga disiagakan untuk menghadapi kebakaran yang terjadi selama musim kemarau.
Personel tersebut terdiri atas 30 anggota Tim Reaksi Cepat dan 20 aparatur sipil negara dari instansi terkait di Kabupaten Muara Enim.
Penanganan karhutla turut mendapat dukungan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Manggala Agni.
"Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar demi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," kata Abdurrozieq.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




