HOME  ⁄  Nasional

DLH Palembang Menyiagakan 141 Armada untuk Mengangkut hingga 1.000 Ton Sampah per Hari ke PSEL

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DLH Palembang Menyiagakan 141 Armada untuk Mengangkut hingga 1.000 Ton Sampah per Hari ke PSEL
Foto: (Sumber :Pengiriman sampah perdana dari sejumlah wilayah ke fasilitas PSEL pada Selasa (1/9). ANTARA/Edo Purmana.)

Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Sumatera Selatan, menyiagakan 141 armada untuk mengangkut 960 hingga 1.000 ton sampah per hari menuju fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pemerintah Kota Palembang mulai melakukan pengiriman perdana sampah dari sejumlah wilayah menuju fasilitas PSEL pada Selasa (1/9/2026).

Kepala DLH Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan pengiriman tersebut menjadi bagian dari pengelolaan sampah perkotaan berbasis teknologi sekaligus pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Sampah yang dikirim menuju PSEL berasal dari lebih dari 400 Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai wilayah Kota Palembang.

Dari total timbulan sampah sekitar 1.260 ton per hari di Palembang, sebanyak 960 hingga 1.000 ton dialokasikan menuju bunker PSEL.

"Pengangkutan mencakup seluruh wilayah di Palembang. Kami terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL dapat berjalan optimal," jelas Akhmad Mustain di Palembang, Rabu (2/9/2026).

Pemkot Palembang Siapkan Penambahan Armada

Pemkot Palembang menyiagakan 141 kendaraan pengangkut sampah dari total 160 armada yang tersedia untuk mendukung operasional PSEL.

"Pemkot juga menyiapkan penambahan armada melalui APBD Perubahan Kota Palembang 2026," ungkap Akhmad Mustain.

Penambahan armada ditujukan untuk memperkuat sistem pengangkutan sampah sekaligus mengurangi beban kendaraan yang saat ini beroperasi.

PSEL diharapkan dapat mengolah sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dan membutuhkan lahan pembuangan menjadi bahan baku energi listrik.

Masyarakat Tetap Diminta Mengurangi dan Memilah Sampah

Pemkot Palembang menegaskan keberadaan fasilitas PSEL tidak membuat persoalan sampah dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan teknologi pengolahan.

Masyarakat tetap memiliki peran dalam mengurangi produksi sampah dari sumbernya serta melakukan pemilahan sejak dari rumah.

"Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah yang harus diolah dapat diarahkan ke sistem pengelolaan yang tersedia," ujarnya.

Upaya tersebut sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular dengan menempatkan sampah tidak hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026