
Pantau - PT Danantara Investment Management (Persero) (DIM), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjajaki kolaborasi investasi strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia.
Ketiga perusahaan telah menandatangani non-binding term sheet sebagai kerangka awal pembahasan potensi investasi yang diarahkan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional, khususnya bus dan truk listrik.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan bagian dari transisi energi jangka panjang.
"Selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia, kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan," ujar Pandu dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Danantara dan VKTR Mengembangkan Ekosistem Mobilitas Terintegrasi
Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik komersial melalui pengembangan industri mobility as a service (MaaS).
MaaS merupakan model ekosistem mobilitas listrik terintegrasi yang dirancang untuk mengurangi hambatan adopsi kendaraan listrik, memperluas akses pembiayaan, serta mempercepat transisi operator armada.
Model tersebut antara lain menyasar operator bus listrik di berbagai daerah di Indonesia.
Kolaborasi juga ditargetkan memperdalam rantai nilai industri baterai nasional sekaligus mendukung agenda hilirisasi mineral kritis Indonesia yang menjadi salah satu sektor prioritas investasi DIM.
"Non-binding term sheet yang ditandatangani merupakan kerangka awal. Proses uji tuntas yang komprehensif akan dilakukan untuk memastikan transaksi dapat memberikan nilai komersial yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia," ujar Pandu.
VKTR Menargetkan Pertumbuhan Mobilitas Listrik
Direktur Utama VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie mengatakan kolaborasi tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
"Bersama-sama, kami ingin turut membentuk masa depan mobilitas Indonesia agar menjadi lebih maju, berkelanjutan, dan mandiri. Ini merupakan momentum penting dalam membuka babak baru bagi solusi mobilitas listrik di Indonesia, di mana dampak yang lebih besar dapat dicapai ketika berbagai kekuatan yang saling melengkapi diarahkan pada tujuan nasional yang sama," ujar Ardiansyah Bakrie.
DIM dan VKTR melalui kolaborasi tersebut menegaskan komitmen untuk mendukung transisi energi Indonesia, memperkuat kapasitas industri dalam negeri, serta mengembangkan solusi mobilitas berkelanjutan.
Non-binding term sheet yang telah ditandatangani masih merupakan kerangka kesepakatan awal dan akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut antara para pihak.
Realisasi potensi investasi tersebut masih bergantung pada proses uji tuntas serta penyusunan perjanjian definitif antara pihak-pihak yang terlibat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




