
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp69 triliun hingga 31 Agustus 2026 atau 52,14 persen dari total pagu tahun ini sebesar Rp132,38 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa progres fisik berbagai program dan kegiatan kementeriannya pada periode yang sama telah mencapai 57,56 persen.
Data tersebut disampaikan Dody dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
"Sampai dengan 31 Agustus 2026, realisasi penyerapan keuangan adalah sebesar 52,14 persen atau Rp69 triliun, dan progres fisik mencapai 57,56 persen. Fokus kami tetap sama yakni mutu, ketepatan waktu dan akuntabilitas, sehingga bukan hanya sekedar kepada penyerapan," kata Dody.
Dody menegaskan Kementerian PU tidak hanya berfokus mengejar tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan pelaksanaan pembangunan memperhatikan mutu pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, dan akuntabilitas.
Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat Capai Rp2,89 Triliun
Selain realisasi anggaran secara keseluruhan, Dody memaparkan perkembangan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) dan pembangunan jembatan gantung yang dialokasikan untuk sekitar 15.338 lokasi pada 2026.
Total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp5,48 triliun, dengan realisasi keuangan hingga periode pelaporan sebesar Rp2,89 triliun atau 52,77 persen.
Sementara itu, progres fisik program IBM dan pembangunan jembatan gantung tercatat mencapai 49,72 persen.
"Infrastruktur Berbasis Masyarakat dan jembatan gantung tahun 2026 dialokasikan pada kurang lebih 15.338 lokasi atau senilai total Rp5,48 triliun. Dari sisi keuangan mencapai 52,77 persen dan progres fisik mencapai 49,72 persen," kata Dody.
Khusus program IBM di bidang Cipta Karya, proses penyaluran bantuan kepada masyarakat baru mulai dilakukan setelah Kementerian PU menyelesaikan tahapan penyiapan masyarakat yang akan menjalankan program.
Dody menjelaskan mekanisme IBM memiliki karakteristik khusus yang dapat menyebabkan progres keuangan lebih tinggi dibandingkan progres pembangunan fisik di lapangan.
Sebagian dana program terlebih dahulu disalurkan ke rekening kelompok pengelola masyarakat sebelum kegiatan pembangunan fisik sepenuhnya dilaksanakan.
Pembayaran berikutnya kemudian dilakukan dengan mengikuti perkembangan pekerjaan yang dilaksanakan masyarakat.
Mekanisme tersebut membuat realisasi keuangan IBM telah mencapai 52,77 persen, sedangkan progres fisiknya berada pada 49,72 persen.
Irigasi dan Konektivitas Jadi Prioritas Anggaran
Secara umum, penggunaan anggaran Kementerian PU pada 2026 difokuskan pada dua bidang utama, yakni penguatan irigasi pertanian dan peningkatan konektivitas antarwilayah.
Penguatan jaringan irigasi pertanian menjadi prioritas untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian.
Pada bidang Sumber Daya Air (SDA), program prioritas diarahkan pada penguatan dan keberlanjutan sistem irigasi agar kebutuhan pengairan lahan pertanian dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Selain irigasi, Kementerian PU memperkuat konektivitas antarwilayah melalui peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan.
Program jalan dan jembatan difokuskan pada pembukaan akses baru serta peningkatan kualitas jaringan transportasi untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik nasional.
Pelaksanaan anggaran Kementerian PU pada 2026 dengan demikian diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, distribusi hasil pertanian, serta pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya




