
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan penangguhan berat selama 30 hari terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur, menyusul keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak pada 512 siswa Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan sanksi yang diberikan tidak hanya berupa penangguhan operasional SPPG selama 30 hari.
BGN juga mengusulkan Kepala SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah dicopot dari jabatannya dan digantikan.
"Kami juga menangguhkan berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," kata Ketut.
Kepala BGN Sudaryono disebut telah berkomunikasi secara intensif dengan kepala daerah dan pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam terkait penanganan kasus tersebut.
Koordinasi dilakukan untuk menindaklanjuti kejadian keracunan sekaligus memastikan kesembuhan para siswa menjadi prioritas utama.
BGN Investigasi Penyebab Keracunan MBG
BGN melakukan sejumlah tindakan internal untuk mengetahui penyebab keracunan, salah satunya melalui investigasi bersama dinas kesehatan terkait.
Hasil investigasi tersebut nantinya akan diumumkan untuk menjelaskan penyebab terjadinya keracunan MBG.
"Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan," ungkap Ketut.
Berdasarkan data investigasi terakhir BGN, jumlah keseluruhan penerima manfaat yang terdampak keracunan MBG dari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah mencapai 512 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80 orang masih menjalani perawatan, sedangkan 312 orang telah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh.
Sebanyak 120 orang lainnya masih berada dalam tahap observasi.
BGN menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan kesehatan dan keselamatan anak-anak yang terdampak dengan memberikan penanganan di sejumlah rumah sakit.
"Namun demikian, kita masih observasi sebanyak 120 orang. Saat ini, kita fokus menyelamatkan kesehatan anak-anak kita di beberapa rumah sakit, ini yang kami utamakan," kata Ketut.
Pemprov Jatim Prioritaskan Penanganan Korban
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menegaskan seluruh pihak memprioritaskan penanganan korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengunjungi para korban yang menjalani penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari.
Berdasarkan hasil kunjungannya, Emil menyatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan dengan baik dari rumah sakit dan tenaga medis.
Penanganan terhadap pasien tidak dilakukan secara seragam karena kondisi kesehatan masing-masing korban berbeda.
"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil.
Hingga Rabu pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah tim medis menyatakan kondisi mereka membaik.
Sementara itu, rumah sakit tetap dalam kondisi siaga penuh untuk menangani pasien yang masih membutuhkan perawatan maupun observasi.
- Penulis :
- Shila Glorya




