HOME  ⁄  Nasional

Ratusan Santri Diduga Keracunan di Sidoarjo, Pemprov Jatim Hentikan Sementara Operasional SPPG

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ratusan Santri Diduga Keracunan di Sidoarjo, Pemprov Jatim Hentikan Sementara Operasional SPPG
Foto: (Sumber :ANTARA - 1. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, di Sidoarjo, Rabu (2/9/20206) menjelaskan kepada awak media terkait penanganan santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo usai mengalami kejadian dugaan keracunan. (ANTARA/Fahmi Alfian).)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprioritaskan penanganan ratusan korban dugaan keracunan yang terjadi di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam dan sejumlah satuan pendidikan lain di Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mencatat hingga Rabu (2/9/2026) pukul 00.45 WIB terdapat 424 santri Ponpes Manba'ul Hikam yang menjadi korban dugaan keracunan.

Sebanyak 24 orang lainnya berasal dari luar pondok pesantren dan diduga mengalami kejadian serupa.

Dari keseluruhan korban tersebut, sebanyak 173 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

SPPG Kali Tengah Dihentikan Sementara

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan dari rumah sakit dan tenaga medis sesuai kondisi masing-masing.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil setelah mengunjungi korban di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari.

Emil mengatakan kejadian serupa pada hari yang sama juga tercatat di sejumlah satuan pendidikan lain di Sidoarjo.

"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9)," katanya.

Pemerintah menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Pemprov Jawa Timur memastikan pemantauan dilakukan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat untuk mengetahui kemungkinan adanya siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum memperoleh penanganan medis.

"Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis," kata Emil.

Emil memastikan seluruh biaya penanganan medis korban terdampak, baik yang dirawat di rumah sakit pemerintah maupun swasta, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Rumah sakit juga tetap bersiaga menangani korban meski sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh tim medis.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026