HOME  ⁄  Nasional

Way Kambas Kembangkan Budidaya Serai dan Lebah untuk Cegah Konflik Gajah sekaligus Perkuat Ekonomi Warga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Way Kambas Kembangkan Budidaya Serai dan Lebah untuk Cegah Konflik Gajah sekaligus Perkuat Ekonomi Warga
Foto: (Sumber :Gajah jinak yang ada di Pusat Pelatihan Gajah Taman Nasional Way Kambas. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanaf.)

Pantau - Upaya mencegah konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, mulai mengembangkan pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya serai serta lebah.

Pendekatan tersebut dilakukan agar lahan dan permukiman warga di sekitar kawasan konservasi tidak menarik bagi gajah sekaligus memberikan sumber penghasilan bagi masyarakat.

Pagar besi dan pengusiran yang selama ini digunakan untuk mencegah gajah keluar dari kawasan hutan mulai dilengkapi dengan pemanfaatan tanaman dan hewan yang tidak disukai satwa tersebut.

Serai dipilih karena memiliki aroma tajam yang diyakini membuat gajah enggan mendekat, sedangkan lebah dimanfaatkan karena dengungan dan sengatannya dapat memicu respons waspada pada gajah.

Kedua komoditas tersebut juga memiliki nilai ekonomi karena lebah menghasilkan madu, sedangkan serai dapat diolah menjadi minyak atsiri.

Budidaya Jadi Bagian Mitigasi Konflik Gajah

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan mitigasi konflik manusia dan gajah tidak hanya dilakukan melalui pembangunan pembatas fisik.

Pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dikembangkan dengan melatih warga membudidayakan tanaman dan hewan yang tidak disukai gajah, termasuk serai dan lebah.

Budidaya tersebut diharapkan membantu mencegah gajah keluar dari kawasan hutan sekaligus memberikan hasil yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pendapatan.

Kotak-kotak lebah ditempatkan sebagai bagian dari strategi mitigasi karena dengungannya dapat membuat gajah waspada dan menjauh dari kawasan warga.

Kotak Lebah Ditargetkan Bertambah Menjadi 1.500

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK Brigjen TNI Sriyanto mengatakan sekitar 900 kotak lebah yang sebelumnya dibagikan kepada masyarakat telah menghasilkan panen.

Koloni lebah tersebut kemudian mulai dipecah untuk memperbanyak jumlah kotak yang digunakan masyarakat di sekitar kawasan Way Kambas.

Dari sekitar 900 kotak yang telah dibagikan, jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 1.500 kotak.

"Kalau kemarin kita lihat semua boks yang kita serahkan, minggu depan mungkin sudah menjadi 1.500 boks lebah," ujar Sriyanto di TNWK, Selasa (1/9/2026).

Pengembangan serai dan lebah tersebut diarahkan untuk menjaga jarak antara gajah dan permukiman sekaligus menciptakan kegiatan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026