HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Tangani Gereja dan Masjid Terdampak Gempa Flores Berdasarkan Tingkat Kerusakan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementerian PU Tangani Gereja dan Masjid Terdampak Gempa Flores Berdasarkan Tingkat Kerusakan
Foto: (Sumber :Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan terhadap rumah ibadah terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Kementerian PU.)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan setiap bangunan dengan memperhatikan keselamatan, kebutuhan pengguna, serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan koordinasi dengan pengguna dan pengelola bangunan diperlukan dalam proses pembangunan kembali fasilitas terdampak.

"Kalau bangunan kita kerjakan ulang, di manapun kearifan lokal harus dijaga. Jadi, harus koordinasi dengan yang menggunakan atau mengelola bangunan tersebut," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Gereja Santo Petrus dan Paulus Dinyatakan Tidak Aman

Kementerian PU memeriksa tiga bangunan di kompleks Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek yang terdiri atas gedung peribadatan, aula gereja, dan rumah pastoran.

Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung peribadatan dan aula mengalami kerusakan struktural sehingga dinyatakan tidak aman untuk digunakan.

Rumah pastoran tidak mengalami kerusakan dan dinyatakan aman untuk kembali digunakan.

Jemaat kemudian melakukan pembongkaran atau Cear Di'a serta membersihkan bangunan gereja dan aula dengan tetap menjalankan proses adat sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal.

Pengamanan aset gereja sebelum pembongkaran bagian atap melibatkan sekitar 30 jemaat dan mendapat bantuan sekitar 20 personel Polda NTT untuk menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan.

Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT selanjutnya menyiapkan penanganan Gereja Santo Petrus dan Paulus melalui pendekatan rancang bangun setelah melakukan kajian terhadap struktur bangunan yang ada.

Pengurus gereja akan dilibatkan dalam proses perencanaan agar bangunan yang dibangun kembali sesuai dengan kebutuhan jemaat dan karakter lokal.

Menara Masjid Nurul Huda Direkomendasikan Dibongkar Total

Pemeriksaan terhadap Masjid Nurul Huda Reo menunjukkan struktur utama bangunan secara umum masih berdiri tegak meskipun ditemukan kerusakan pada sejumlah elemen struktur dan nonstruktur.

Kementerian PU mencatat kerusakan kolom level IV sebesar 4,67 persen, kolom level III sebesar 3,125 persen, plafon sebesar 60 persen, dan dinding sebesar 10 persen.

Gedung utama Masjid Nurul Huda Reo dikategorikan mengalami kerusakan sedang sehingga direkomendasikan menjalani pembongkaran seluruh plafon, pembongkaran bagian dinding dengan retakan lebih dari enam milimeter, serta perkuatan struktur.

Menara Masjid Nurul Huda Reo mengalami kerusakan berat dan sebagian telah runtuh sehingga direkomendasikan untuk dibongkar secara keseluruhan.

Kementerian PU akan menangani masjid berdasarkan hasil asesmen dan tingkat kerusakan agar rehabilitasi maupun pembangunan kembali dapat dilakukan secara tepat dan aman.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026