HOME  ⁄  Nasional

Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha dan Kembali Fokus pada Bisnis Kontraktor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha dan Kembali Fokus pada Bisnis Kontraktor
Foto: (Sumber :Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. ANTARA/HO-BP BUMN.)

Pantau - PT Brantas Abipraya segera merampungkan pemangkasan 29 entitas usaha sebagai bagian dari transformasi BUMN Karya untuk menyederhanakan struktur perusahaan dan kembali fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan Brantas Abipraya nantinya hanya menyisakan induk perusahaan setelah proses penataan selesai.

“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dony menyampaikan hal tersebut setelah bertemu dengan jajaran direksi Brantas Abipraya untuk membahas perkembangan transformasi dan penataan entitas usaha perusahaan.

Brantas Abipraya Sederhanakan Struktur Usaha

Melalui proses streamlining, Brantas Abipraya akan menyederhanakan struktur bisnis dengan menyisakan induk perusahaan dan mengakhiri keberadaan anak-anak usaha yang dinilai tidak lagi diperlukan untuk mendukung bisnis utama.

Dony menilai langkah tersebut menjadi momentum bagi Brantas Abipraya untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus meningkatkan fokus pada bisnis kontraktor.

Ia juga mendorong Brantas Abipraya menjadi salah satu BUMN Karya yang paling cepat menyelesaikan proses penataan.

Transformasi tersebut merupakan bagian dari agenda penataan BUMN Karya secara menyeluruh untuk mengurangi inefisiensi, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Sebanyak 274 Entitas BUMN Telah Ditata

Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 274 entitas BUMN dan anak usaha telah ditata melalui proses likuidasi, merger, dan divestasi.

BP BUMN bersama Danantara juga tengah mematangkan peta strategi lima tahun sebagai pedoman transformasi untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, kompetitif, dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Transformasi tersebut mencakup penguatan fundamental bisnis, pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan daya saing global.

BP BUMN dan Danantara menargetkan transformasi itu dapat menghasilkan perusahaan negara yang semakin tangguh dan mampu bersaing di tingkat dunia, termasuk masuk dalam jajaran Fortune 500.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026