HOME  ⁄  Nasional

Kemenhub Targetkan Bandara Wanam Baru Beroperasi pada 2029 untuk Mendukung Sentra Pangan Papua Selatan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenhub Targetkan Bandara Wanam Baru Beroperasi pada 2029 untuk Mendukung Sentra Pangan Papua Selatan
Foto: Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 3/9/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan Bandar Udara Wanam Baru di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dapat mulai beroperasi paling cepat pada 2029 untuk mendukung konektivitas kawasan sentra produksi pangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan pembangunan Bandara Wanam Baru saat ini masih menunggu penyelesaian izin lingkungan dan persoalan tanah ulayat sebelum pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan.

“Jadi soal Wanam, saat ini kita sedang memproses izin lingkungan. Kita sudah kontrak dan pelaksana sudah ada, tapi sesuai aturan kita bisa melakukan pekerjaan setelah proses perizinan semua sudah diselesaikan,” kata Lukman seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.

Konstruksi Ditargetkan Dimulai Oktober 2026

Kemenhub berharap persoalan tanah ulayat dan seluruh proses perizinan pembangunan Bandara Wanam Baru dapat dituntaskan pada September 2026.

Jika seluruh perizinan selesai sesuai target, pekerjaan awal pembangunan bandara dijadwalkan dapat dimulai pada Oktober 2026.

“Kita harapkan semua perizinan selesai di bulan ini. Kita start bulan Oktober,” ujarnya.

Pekerjaan yang menggunakan skema kontrak tahun tunggal pada 2026 ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Setelah pekerjaan tersebut rampung, pengembangan Bandara Wanam Baru direncanakan berlanjut pada 2027 dan 2028 menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multi-years contract.

“Kemudian tahun depan dan berikutnya itu akan lelang multi-years contract,” ungkap dia.

Lukman menyebut estimasi kebutuhan anggaran secara keseluruhan untuk pembangunan Bandara Wanam Baru mencapai sekitar Rp2,2 triliun.

Namun, waktu penyelesaian pembangunan bandara tetap bergantung pada ketersediaan anggaran pada tahun-tahun berikutnya.

Jika kebutuhan anggaran tersedia sesuai rencana, Kemenhub berharap Bandara Wanam Baru dapat diselesaikan dan mulai beroperasi paling cepat pada 2029.

“Kita harapkan 2029, paling cepat. Karena semua tergantung anggaran. Kalau anggaran ada, kita bisa cepat,” ucap dia.

Wanam Masuk Prioritas Pengembangan Bandara 2027

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tahun 2027, Wanam menjadi salah satu dari dua lokasi pengembangan bandar udara untuk mendukung kawasan sentra produksi pangan.

Lokasi lainnya adalah Bandar Udara Mopah di Merauke.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperoleh pagu anggaran sekitar Rp6,13 triliun pada 2027, dengan sekitar Rp1,33 triliun dialokasikan untuk dukungan pelayanan berupa pengembangan bandar udara di berbagai daerah.

Alokasi tersebut juga mencakup sejumlah proyek pengembangan bandar udara yang pembiayaannya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Kemenhub sebelumnya menetapkan lokasi Bandar Udara Wanam Baru melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1038 Tahun 2026 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Wanam Baru di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Keputusan Menteri Perhubungan tersebut ditetapkan pada 13 Mei 2026 dan berstatus berlaku.

Bandara Dukung Distribusi Hasil Pangan

Pengembangan infrastruktur transportasi di Wanam merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.

Percepatan pembangunan kawasan tersebut, termasuk di Papua Selatan, diamanatkan melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025.

Dalam paparan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Februari 2026, pengembangan infrastruktur penerbangan di Wanam juga ditetapkan sebagai salah satu isu strategis subsektor penerbangan hingga 2029.

Selain bandar udara, pemerintah telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung untuk pengembangan kawasan Wanam.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Juli 2026 menyebut pembangunan pelabuhan di kawasan tersebut telah berjalan.

Pemerintah juga telah mengerjakan pembangunan jalan sepanjang 58 kilometer dan mempersiapkan pembangunan bandar udara.

Pada saat itu, pemerintah mencatat sekitar 10 ribu hektare lahan sawah di Wanam telah disiapkan, dengan sekitar 1.200 hektare di antaranya telah ditanami padi.

Lahan padi seluas sekitar 1.200 hektare tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada September atau Oktober 2026.

Secara keseluruhan, pembangunan kawasan Wanam ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan distribusi hasil produksi pangan dari Papua Selatan sekaligus mendukung terbentuknya pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026