
Pantau - Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan persoalan di lingkungan NU tidak tepat dikaitkan dengan latar belakang organisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) maupun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Menurut Gus Ipul, persoalan yang terjadi di lingkungan NU tidak seharusnya direduksi menjadi sentimen antarkelompok ataupun dikaitkan dengan latar belakang organisasi kader.
“Tidak ada urusan PMII, HMI di dalam muktamar ini. Ini adalah urusan Nahdlatul Ulama. Jangan direduksi, jangan dikecilkan menjadi urusan PMII dan HMI, tidak ada urusannya itu,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis.
Gus Ipul Minta Narasi Pertentangan Kelompok Dihentikan
Gus Ipul mengatakan Muktamar ke-35 NU telah berjalan dengan baik, demokratis, dan tepat waktu.
Muktamar tersebut menghasilkan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2026–2031.
Menurut Gus Ipul, NU bukan milik individu ataupun kelompok tertentu, termasuk partai politik, PMII, maupun HMI.
Ia menyebut NU sebagai jamiyah besar sehingga keberhasilan maupun kekurangan organisasi harus dilihat secara utuh dan objektif.
Gus Ipul juga menegaskan seluruh keputusan penting di lingkungan PBNU, termasuk dalam rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, diambil melalui mekanisme organisasi.
Menurutnya, keputusan tersebut dihasilkan melalui mekanisme rapat yang berlaku dan bukan berdasarkan pertimbangan pribadi orang per orang.
Ia meminta narasi mengenai pertentangan antarkelompok di tubuh NU dihentikan karena dinilai berpotensi mengecilkan kebesaran NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam.
“Yang penting saya ingin, ya, teman-teman sampaikan bahwa muktamar telah selesai. Kami kemarin juga sampaikan komentar-komentar yang enggak penting, yang enggak perlu, itu hendaknya bisa dihentikan, ya,” kata dia.
Gus Ipul Bantah Ada “Paket Istana”
Selain menepis isu mengenai pertentangan PMII dan HMI, Gus Ipul membantah adanya “Paket Istana” dalam proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Menurut Gus Ipul, tudingan mengenai adanya “Paket Istana” tersebut tidak memiliki dasar karena proses pemilihan berlangsung secara terbuka, transparan, dan melalui persaingan yang sehat.
Ia menegaskan pasangan kepemimpinan yang terpilih merupakan hasil pilihan peserta Muktamar ke-35 NU dan bukan paket yang berasal dari Istana.
“Jadi itu prosesnya terbuka dan transparan. Tidak ada paket Istana, ya. Yang ada ini adalah paket dari peserta muktamar. Yang ada ini adalah paket dari peserta muktamar,” kata Gus Ipul.
- Penulis :
- Shila Glorya




