
Pantau - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi merehabilitasi lima Orangutan Sumatera (Pongo abelii) hasil penyelamatan dari Provinsi Riau dan Sumatera Utara sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat alami.
Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko mengatakan kelima orangutan tersebut telah berada di stasiun rehabilitasi selama sekitar satu pekan dan sedang menjalani perawatan.
“Yang diserahkan ini jenis Orangutan Sumatera, sudah satu pekan. Saat ini ada di stasiun rehabilitasi kita, sedang dilakukan perawatan,” kata Himawan di Jambi, Jumat (4/9/2026).
Empat dari lima orangutan tersebut berasal dari Pusat Karantina Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Sumatera Utara setelah diselamatkan dari Kabupaten Langkat dan Padang Lawas.
Satu orangutan lainnya merupakan hasil penyelamatan dari Kota Dumai, Riau.
Orangutan Jalani Rehabilitasi di Danau Alo
Kelima satwa dilindungi tersebut kini berada di stasiun rehabilitasi Open Orangutan Sanctuary (OOS) di wilayah Danau Alo, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Himawan menjelaskan pemindahan dilakukan karena Jambi memiliki fasilitas dan jenjang pendidikan lanjutan yang memadai untuk merehabilitasi Orangutan Sumatera sebelum dilepasliarkan.
Orangutan akan menjalani pelatihan lanjutan untuk mengasah kembali sifat liar dan kemampuan bertahan hidup yang sempat berkurang akibat interaksi dengan manusia, termasuk karena pernah dipelihara atau menjadi hasil penertiban.
Masa adaptasi setiap orangutan berbeda dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan bergantung pada riwayat hidup serta tingkat ketangkasan masing-masing individu.
BKSDA Siapkan Pelepasliaran ke Habitat Alami
Setelah proses adaptasi selesai, BKSDA Jambi berencana melepasliarkan orangutan di kawasan perbatasan antara Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan hutan produksi di Kabupaten Tebo atau Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Pelepasliaran dilakukan untuk menambah populasi Orangutan Sumatera di habitat alaminya hingga mencapai batas optimal.
Keberadaan orangutan juga diharapkan membantu pemulihan dan regenerasi ekosistem hutan secara alami melalui perannya sebagai penyebar benih tanaman.
“Kami selalu monitor, kondisinya (orangutan) baik, setelah sifat liarnya kembali alami, akan kita lepasliarkan di Taman Nasional Bukit Tigapuluh,” ungkap Himawan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




