HOME  ⁄  Nasional

Komisi XII DPR Dorong TKDN BYD Capai 80 Persen dan Transfer Teknologi ke Pekerja Lokal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi XII DPR Dorong TKDN BYD Capai 80 Persen dan Transfer Teknologi ke Pekerja Lokal
Foto: (Sumber :Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading saat mengemukakan pendapat usai meninjau Pabrik PT.BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, Jum'at (4/9/2026). Foto : Jaka/Alma.)

Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pabrik kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, dari sekitar 40 persen menjadi 80 persen dengan tetap mengutamakan transfer teknologi kepada pekerja lokal.

Irsan mengatakan keberadaan industri kendaraan listrik di Indonesia tidak cukup hanya mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga harus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam negeri.

“Transfer teknologi harus tetap kita utamakan, terutama pekerja-pekerja lokal. Kita harus mendorong agar transfer knowledge ini berjalan dan tidak terjadi ketergantungan kepada pihak luar,” ujar Irsan saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI ke Pabrik PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jumat (4/9/2026).

TKDN BYD Ditargetkan Capai 80 Persen

Irsan mengapresiasi keberadaan fasilitas manufaktur BYD di Subang dan menilai peningkatan penggunaan komponen dalam negeri perlu terus didorong.

“Kita harus bangga ada satu pabrik yang seperti ini. TKDN saat ini sudah sampai 40 persen dan nantinya ditargetkan 80 persen,” pungkasnya.

Selain TKDN, Irsan menyoroti rencana peningkatan jumlah tenaga kerja BYD hingga sekitar 20.000 orang dari jumlah pekerja saat ini yang disebut mencapai sekitar 5.000 orang.

Menurut dia, bertambahnya jumlah tenaga kerja harus diikuti dengan peningkatan kompetensi pekerja Indonesia agar mampu menguasai teknologi kendaraan listrik.

Pada tahap awal pengembangan industri, sejumlah tenaga ahli dan engineer dari China masih dilibatkan untuk mendukung proses transfer pengetahuan dan penguasaan teknologi.

Sekitar 500 pekerja lokal juga disebut telah memperoleh pembelajaran dan transfer pengetahuan di luar negeri.

“Tadi kita sudah dipaparkan bahwa sekitar 500 pekerja lokal belajar untuk mendapatkan transfer knowledge. Nantinya mereka diharapkan menjadi pekerja utama di BYD,” imbuhnya.

Komisi XII Targetkan 80 Persen Pekerja Lokal

Irsan menegaskan Komisi XII DPR RI akan mengawal peningkatan investasi dan kapasitas produksi BYD agar memberikan ruang semakin besar bagi tenaga kerja Indonesia.

“Kami berharap mayoritas pekerja nantinya berasal dari tenaga kerja lokal. Sementara tenaga kerja asing tetap dibutuhkan, khususnya untuk mendukung proses transfer teknologi dan penguasaan teknologi kendaraan listrik yang masih tergolong baru di Indonesia,” ujarnya.

Irsan menargetkan sekitar 80 persen tenaga kerja di fasilitas BYD tersebut berasal dari pekerja lokal, sedangkan tenaga kerja asing tetap dapat dilibatkan terutama untuk posisi yang membutuhkan keahlian teknologi tertentu.

“Targetnya jelas, sekitar 80 persen harus pekerja lokal. Sisanya bisa dari pihak luar, terutama untuk engineer karena ini merupakan teknologi baru yang memang harus benar-benar dikuasai,” tutup Irsan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026