HOME  ⁄  Nasional

BNPB Optimalkan Suntik Gambut untuk Padamkan Karhutla hingga Bawah Tanah di Kalimantan Barat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BNPB Optimalkan Suntik Gambut untuk Padamkan Karhutla hingga Bawah Tanah di Kalimantan Barat
Foto: Kepala BNPB Suharyanto bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memantau langsung pemadaman kebakaran di Desa Rasau Jaya Tiga yang telah berlangsung selama enam hari (sumber: Prokopim Kalbar)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan metode suntik gambut untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga ke bawah permukaan tanah di Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan metode tersebut menjadi salah satu strategi penanganan karhutla karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara api tetap bertahan di bawah permukaan meski kobaran api telah padam.

"Metode tersebut menjadi salah satu strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan karena karakteristik gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan meski kobaran di atas tanah telah padam," kata Kepala BNPB Suharyanto di Sungai Raya, Sabtu.

Penanganan karhutla di Kalimantan Barat dilakukan secara terpadu melalui operasi darat, operasi udara, hingga operasi modifikasi cuaca.

Enam Hari Pemadaman, Enam Hektare Berhasil Ditangani

Suharyanto bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito memantau langsung proses pemadaman di Desa Rasau Jaya Tiga.

Pemadaman kebakaran di wilayah tersebut telah berlangsung selama enam hari dengan operasi darat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat dan Pangdam XII/Tanjungpura.

"Kita sedang melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Saya mengecek operasi darat yang dipimpin langsung Pak Gubernur dan Pak Pangdam untuk memadamkan di wilayah Kubu Raya, tepatnya di Desa Rasau Jaya Tiga," katanya.

Kebakaran di lokasi tersebut mencakup area sekitar tujuh hektare, sementara petugas telah berhasil menangani sekitar enam hektare dalam enam hari.

Proses pemadaman berjalan relatif lambat karena kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga penyiraman air pada permukaan tanah saja tidak cukup untuk mematikan bara.

Air harus mencapai lapisan gambut tempat bara masih tersimpan untuk mencegah asap dan api kembali muncul meskipun bagian permukaan sudah terlihat padam.

Suntik Air Langsung ke Lapisan Gambut

Metode suntik gambut dilakukan menggunakan pipa panjang berujung tajam yang dilengkapi pompa untuk mengalirkan air langsung ke bagian dalam lapisan gambut.

"Salah satu tekniknya adalah suntik gambut. Pipa panjang ujungnya tajam, di ujung dikasih pompa agar air langsung masuk ke dalam," ujarnya.

Teknik tersebut membuat pembasahan tidak hanya berlangsung di permukaan, tetapi juga menjangkau lapisan tanah yang masih menyimpan bara api.

Pembasahan hingga bagian dalam gambut diharapkan memastikan bara benar-benar padam sekaligus mengurangi risiko munculnya kembali kebakaran dan asap.

Suharyanto menegaskan salah satu tantangan utama penanganan karhutla di Kalimantan Barat adalah memastikan api tidak kembali muncul dari dalam gambut.

Titik Api Turun dari Sekitar 2.000 Menjadi Lebih dari 100

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan sekitar 38.000 hektare lahan telah terdampak karhutla dan sekitar 200 hektare di antaranya masih dalam proses penanganan.

Jumlah titik api juga dilaporkan turun signifikan dari sekitar 2.000 menjadi lebih dari 100 titik.

Penanganan karhutla dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan, Masyarakat Peduli Api, serta berbagai unsur lainnya.

Pemerintah berharap kombinasi metode suntik gambut dan operasi terpadu dapat memastikan api maupun bara di bawah permukaan benar-benar padam sekaligus menekan risiko kebakaran kembali dan bahaya asap bagi masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026