HOME  ⁄  Nasional

Kementan Perkuat Koperasi Peternak Ayam agar Tak Bergantung pada Tengkulak

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kementan Perkuat Koperasi Peternak Ayam agar Tak Bergantung pada Tengkulak
Foto: Ilustrasi : Penjual daging ayam melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan kerja sama antarkoperasi peternak melalui distribusi karkas ayam petelur afkir untuk meningkatkan posisi tawar peternak dan mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak.

Kementan mendukung distribusi perdana sebanyak 40 ton karkas ayam petelur afkir dari Jawa Timur menuju Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai langkah awal membangun pola distribusi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

"Kerja sama antarkoperasi diperlukan agar harga tidak dikendalikan oleh tengkulak. Posisi tawar dari peternak harus diperkuat," kata Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun.

Distribusi tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, ID FOOD, dan sejumlah koperasi peternak untuk membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi peternak ayam petelur.

Koperasi yang terlibat meliputi Koperasi Peternak Perunggasan Nusantara (PPN) Blitar, Koperasi KARTINI, Koperasi Putra Blitar, Koperasi Perhimpunan Peternak Rakyat Nusantara (PPRN), dan Koperasi Berkah Telur.

Karkas ayam petelur afkir merupakan daging ayam petelur betina yang sudah tidak produktif menghasilkan telur dan telah disembelih serta dibersihkan dari bulu, kepala, kaki, dan jeroan.

Makmun berharap pengiriman tersebut berkembang menjadi pola distribusi reguler sehingga tata niaga menjadi lebih sehat sekaligus memberikan kepastian akses pasar kepada peternak.

"Pelepasan 40 ton ini merupakan langkah awal. Ke depan akan menjadi reguler," ucapnya.

Makmun menambahkan penguatan kolaborasi koperasi menjadi salah satu kunci untuk mengonsolidasikan produksi peternak dan menghubungkannya dengan pasar yang lebih luas.

Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro menegaskan pihaknya berkomitmen membangun ekosistem peternakan yang menempatkan koperasi dan peternak sebagai bagian penting dalam rantai pasok.

"ID FOOD ingin membangun ekosistem. Koperasi ada dan diperlukan untuk memfasilitasi keinginan anggota," kata Dwi.

Melalui kolaborasi tersebut, koperasi didorong tidak sekadar menjadi wadah organisasi, tetapi juga mengonsolidasikan kebutuhan anggota, menyerap ayam petelur afkir, dan menghubungkannya dengan pasar di wilayah lain.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Heri Widyatmoko mengapresiasi penyerapan ayam petelur afkir karena akses pemasaran menjadi salah satu kebutuhan penting peternak ketika ayam memasuki akhir masa produksi.

Ketua Koperasi PPRN Rofi juga menyebut penyerapan ayam petelur afkir oleh ID FOOD memberikan solusi karena dilakukan dengan harga di atas harga pasar.

"Kami membenarkan bahwa selama ini posisi tawar koperasi masih rendah dan masih diatur oleh tengkulak. Kerja sama antarkoperasi diperlukan. Chemistry yang sudah ada perlu dijaga," kata Rofi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026