
Pantau - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana memperluas kegiatan literasi keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak warga memiliki rekening perbankan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan saat ini masih terdapat sekitar 15,3 juta masyarakat usia produktif yang belum mempunyai rekening perbankan.
LPS melalui penguatan kegiatan literasi membidik jumlah masyarakat usia produktif yang belum memiliki rekening dapat ditekan hingga sekitar 13 juta.
“Sekarang kan literasi 60-an persen, kami harap dalam lima tahun bisa barangkali 80 persen, mendekati inklusinya,” kata Farid dalam Lampung Financial Festival 2026 di Bandarlampung, Minggu, 6 September 2026.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,61 persen secara nasional.
Sementara itu, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat masih berada pada level 69,57 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan banyak masyarakat telah menggunakan layanan dan memiliki rekening, tetapi pemahaman mereka mengenai produk keuangan masih belum memadai.
“Mereka sudah terlibat, mereka punya rekening, mungkin mereka buka rekening secara daring, tapi literasinya kan masih rendah. Ini yang mau kami tingkatkan,” ujar Farid.
LPS menilai edukasi secara luring tetap diperlukan meskipun perkembangan teknologi telah membuat informasi mengenai layanan dan produk keuangan semakin mudah diakses masyarakat.
Edukasi secara langsung dinilai penting untuk memastikan masyarakat, terutama generasi muda, mendapatkan informasi keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
LPS sejauh ini telah menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan di sejumlah kota, antara lain Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan wilayah Lampung.
LPS selanjutnya tengah memetakan wilayah lain yang membutuhkan kegiatan edukasi keuangan dengan mempertimbangkan daerah di Pulau Jawa maupun Indonesia bagian timur.
“Kalaupun nanti kami mau laksanakan, bisa jadi ada di Pulau Jawa I, bisa jadi nanti di luar Pulau Jawanya wilayah timur. Karena sudah pada menanyakan kok kita belum kebagian. Tapi tempatnya belum ditentukan. Kami akan evaluasi mana yang kira-kira paling berdampak terhadap peningkatan literasi keuangan,” jelas Farid.
Penentuan lokasi kegiatan berikutnya akan dilakukan berdasarkan evaluasi LPS terhadap wilayah yang dinilai dapat memberikan dampak terbesar bagi peningkatan literasi keuangan masyarakat.
LPS menargetkan tingkat literasi keuangan dapat mendekati 80 persen dalam lima tahun sehingga kesenjangan dengan tingkat inklusi keuangan nasional semakin kecil.
- Penulis :
- Gerry Eka




