
Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Exchange Traded Fund (ETF) Emas dapat menjadi instrumen nilai lindung untuk membantu memitigasi dampak fluktuasi harga saham dalam portofolio investasi.
Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan karakter pergerakan emas terkadang berlawanan dengan pasar saham sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio.
"Karena memang ETF Emas itu kalau kita lihat pergerakan di saham, dia itu kadang Countercyclical. Jadi kalau sahamnya turun, kadang-kadang emasnya naik. Kita berharap bahwa kalau dana pensiun ini, BPJS Ketenagakerjaan, Asabri, TASPEN juga dana pensiun pemberi kerja, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) itu bisa memanfaatkan (ETF Emas) ini untuk kemudian memitigasi dampak fluktuasi di saham," ujar Iwan di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
OJK Dorong Dana Pensiun Manfaatkan ETF Emas
Menurut Iwan, ekosistem ETF Emas telah diatur, mulai dari penyimpanan emas fisik, penataan harga, hingga keberadaan pasar untuk instrumen tersebut.
"Dia (ETF Emas) nilai lindung untuk memitigasi dampak di saham. Jadi paling tidak ada kalau (saham) turun ada yang naik, jadi memitigasi hal itu," katanya.
OJK mendorong industri asuransi dan dana pensiun memanfaatkan ETF Emas sebagai alternatif investasi jangka panjang untuk meningkatkan imbal hasil sekaligus menjaga keseimbangan risiko portofolio.
ETF Emas merupakan instrumen investasi reksa dana yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan aset dasar berupa emas fisik.
Setiap Unit ETF Ditopang Emas Fisik
OJK memastikan setiap unit ETF Emas yang diperdagangkan di bursa ditopang emas fisik dengan nilai setara sebagai aset dasar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan kesetaraan nilai tersebut akan direkonsiliasi guna memastikan keberadaan emas fisik yang mendasari setiap unit ETF.
Pada setiap penerbitan awal maupun pembelian bersih atau net subscription ETF Emas, terdapat emas fisik yang menjadi aset dasar dengan catatan kepemilikan tercermin melalui Electronic Gold Receipt (EGR).
Rekonsiliasi tersebut dilakukan untuk memastikan aset dasar ETF benar-benar berupa emas fisik dan bukan aset yang bersifat fiktif.
- Penulis :
- Gerry Eka




