
Pantau - Pelaku UMKM asal Jambi, Dermiyanti, berhasil mengembangkan usaha kue rumahan yang dirintis dengan modal Rp2 juta hingga mampu memproduksi 3.000 bolu per hari dan mempekerjakan 15 orang.
Dermiyanti memulai usaha pembuatan kue pada 2014 dengan kapasitas produksi terbatas sebelum bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar atau Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera pada 2018.
"Saya juga nggak nyangka dari awal modal Rp2 juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Mekaar," kata Dermiyanti dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
PNM Mekaar merupakan program kredit ultra mikro pemerintah melalui PT Permodalan Nasional Madani yang suku bunganya diturunkan dari sebelumnya 24 persen menjadi 8 persen mulai awal September 2026.
Studi Banding Jadi Titik Pengembangan Produk
Perjalanan usaha Dermiyanti berlanjut ketika dirinya mengikuti studi banding ke Bogor pada 2024 dan mempelajari sejumlah resep baru untuk dikembangkan di rumah produksinya di Muaro Bungo, Jambi.
"Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PNM yaitu Roti Mandau Durian, resep yang sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas," katanya.
Dermiyanti kemudian mengembangkan resep tersebut hingga menghasilkan Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat sebagai bagian dari produk usahanya.
Rumah produksi tersebut juga membuat brownies, sarang semut, dan rainbow cake yang dipasarkan ke sejumlah wilayah, termasuk Bangko, Sarolangun, dan Tebo.
Produksi usaha Dermiyanti kini mencapai 3.000 bolu per hari dengan harga jual sekitar Rp15.000 per bolu dan omzet harian berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta.
"Dari modal awal Rp2 juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal," kata Dermiyanti.
Usaha Berkembang dan Serap 15 Pekerja
Perkembangan usaha kue tersebut turut membuka lapangan kerja bagi 15 orang yang terlibat dalam kegiatan produksi.
Dermiyanti juga telah mendapat fasilitasi untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) guna memperkuat legalitas usahanya.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Kindaris mengatakan perkembangan usaha Dermiyanti menunjukkan modal terbatas dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan penghidupan bagi masyarakat sekitar.
"Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa Rp2 juta rupiah, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya," kata Kindaris.
Perjalanan Dermiyanti menjadi salah satu kisah nasabah PNM yang diangkat dalam momentum Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September.
- Penulis :
- Gerry Eka




