HOME  ⁄  Nasional

Henan Promosikan Pariwisata dan Budaya Heluo di Indonesia, Lima Rute Wisata Khusus Diperkenalkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Henan Promosikan Pariwisata dan Budaya Heluo di Indonesia, Lima Rute Wisata Khusus Diperkenalkan
Foto: (Sumber :Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia.)

Pantau - Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo digelar di Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026), untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata Henan kepada masyarakat Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 perwakilan pemerintah Indonesia, pelaku usaha, media, asosiasi bisnis Tionghoa perantauan, serta lembaga kebudayaan dan pariwisata.

Ajang tersebut memperkenalkan beragam kekayaan budaya Henan, mulai dari kota kuno, seni bela diri, porselen, hingga budaya aksara Tionghoa melalui pemutaran video, pertunjukan langsung, dan penandatanganan perjanjian kerja sama.

Lima Rute Wisata untuk Wisatawan Indonesia

Dalam kegiatan tersebut, lima rute wisata yang dirancang khusus bagi wisatawan Indonesia turut diperkenalkan, yakni The Center of Heaven and Earth, Kung Fu in the Central Plains, Poetic Land of Henan, Craftsmanship of the Heluo Region, dan A Culinary Journey to the Roots.

Pameran Budaya Heluo juga menghadirkan tema mengenai asal-usul peradaban Tionghoa, sejarah musik, warisan porselen, misteri aksara Tionghoa, asal-usul marga Tionghoa, serta perkembangan terbaru sektor kebudayaan dan pariwisata.

Pameran tersebut turut mengangkat budaya lokal Indonesia untuk menceritakan perjalanan peradaban yang membentang dari Sungai Kuning hingga Laut Jawa.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai Henan dan Indonesia mempunyai sejumlah kesamaan budaya yang dapat menjadi dasar untuk memperkuat pertukaran kebudayaan.

“Henan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan budaya. Kami berharap semakin banyak kegiatan budaya Henan yang hadir di Indonesia,” kata Erwan.

Budaya Heluo Hadir di Jakarta dan Bandung

Rangkaian kegiatan budaya pop-up sebelumnya digelar pada 1–3 September 2026 di sejumlah lokasi di Jakarta dan Bandung, termasuk pusat perbelanjaan, universitas, dan sejumlah tempat lainnya.

Sejumlah pelaku warisan budaya takbenda dari Henan memperagakan seni potong kertas, budaya dupa, pengobatan tradisional untuk cedera tulang, upacara minum teh, keramik Tang Sancai, seni bela diri, hingga musik tradisional Tiongkok.

Para pelaku budaya tersebut juga berinteraksi langsung dengan masyarakat Indonesia sehingga pengunjung dapat mengenal dan merasakan berbagai unsur budaya Heluo.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kebudayaan dan pariwisata Henan sekaligus memperluas interaksi budaya dengan masyarakat Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026