
Pantau - Sebanyak 382 jamaah umrah yang sebelumnya dialihkan mendarat di Aceh akibat penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta diterbangkan menuju Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/9).
Para jamaah tersebut merupakan penumpang penerbangan Garuda Indonesia rute Jeddah-Cengkareng yang sebelumnya dialihkan untuk mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.
Sebanyak 382 jamaah diberangkatkan dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menuju Bandara Kertajati menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 981 pada Senin pukul 13.38 WIB.
General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh Jufriandi mengatakan pengalihan penerbangan sebelumnya dilakukan akibat penutupan sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Penutupan sementara tersebut terjadi akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9).
"Alhamdulillah, hari ini kami telah menerbangkan seluruh jamaah umrah yang dialihkan mendarat di Aceh karena penutupan sementara operasional Bandara Soetta dampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau pada Minggu (6/9)," ungkap Jufriandi.
Jamaah Lanjut ke Soekarno-Hatta dengan Bus
Setelah tiba di Bandara Kertajati, seluruh jamaah akan melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia yang membawa jamaah umrah dari Jeddah dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Namun, gangguan operasional di Bandara Soekarno-Hatta membuat penerbangan tersebut dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Minggu (6/9).
Pengalihan lokasi pendaratan dilakukan sebagai langkah menjaga keselamatan penerbangan, termasuk keselamatan seluruh penumpang dan kru pesawat.
Jamaah Diinapkan di Asrama Haji Aceh
Selama berada di Banda Aceh, seluruh jamaah ditempatkan di Asrama Haji Aceh sembari menunggu penerbangan lanjutan.
Penempatan tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada jamaah sekaligus menjaga mereka tetap berada dalam satu kelompok agar tidak panik maupun terpencar-pencar.
Garuda Indonesia juga berupaya memastikan seluruh jamaah merasa nyaman selama menjalani masa transit akibat pengalihan penerbangan tersebut.
"Perlu kami sampaikan, selama di Banda Aceh seluruh jamaah kami inapkan di Asrama Haji Aceh guna memberikan layanan agar jamaah tidak panik, tidak terpencar-pencar, sehingga bisa membuat mereka nyaman seperti di rumah sendiri," ungkap Jufriandi.
- Penulis :
- Leon Weldrick




