HOME  ⁄  Nasional

Kapasitas Genomik Indonesia Capai 4,5 Petabyte, Putri Mahkota Swedia Kagum dengan Inovasi Kesehatan RI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kapasitas Genomik Indonesia Capai 4,5 Petabyte, Putri Mahkota Swedia Kagum dengan Inovasi Kesehatan RI
Foto: (Sumber :Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menerima kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Jumat (4/9/2026). ANTARA/HO - Kemenkes.)

Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kapasitas data genomik Indonesia yang telah mencapai 4,5 petabyte dan ditargetkan meningkat menjadi 10 petabyte membuat Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée kagum saat mengunjungi fasilitas genomika kesehatan di Jakarta.

Putri Mahkota Victoria mengunjungi Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Genomika) di Gedung Eijkman, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Jumat, 4 September 2026, untuk meninjau program Biomedical and Genomic Science Initiative (BGSI).

Budi mengatakan ketertarikan delegasi Swedia muncul karena mereka sebelumnya tidak menyangka Indonesia telah mengembangkan program genomik dalam skala nasional.

“Mereka ingin hidup sampai 120 atau 130 tahun. Mereka mempelajari ilmu longevity (memperpanjang umur), mencari tahu bagaimana cara tubuh manusia bekerja supaya organ tidak cepat rusak. Crown Princess Victoria begitu melihat ini, beliau kagum bahwa Indonesia mampu melakukannya,” ungkap Budi.

Indonesia Kembangkan Pengobatan Presisi Berbasis DNA

Budi menjelaskan perkembangan ilmu kedokteran kini tidak hanya berfokus mencari patogen seperti virus dan bakteri, tetapi juga mempelajari materi genetik atau DNA untuk mendukung pengobatan secara presisi.

“Dulu ilmuwan berfokus pada patogen. Virus COVID-19 misalnya, hanya memiliki sekitar 30 ribu pasangan basa (base pairs) DNA, sedangkan manusia memiliki dua miliar pasangan basa. Melalui ilmu genomik, jika ginjal seseorang rusak, kita bisa mencari tahu struktur DNA mana yang bermasalah untuk diperbaiki secara presisi,” katanya.

Kementerian Kesehatan terus menghimpun data genetik dari pasien rumah sakit maupun pemeriksaan kesehatan rutin masyarakat dan mengklaim telah mengumpulkan sekitar 70 juta data kesehatan.

Kapasitas pembacaan susunan DNA atau sequencing di Indonesia juga meningkat dari 1.500 sampel pada 2025 menjadi 4.500 sampel.

“Sebagai informasi untuk teman-teman, genom setiap ras itu berbeda-beda. Genom ras Eropa berbeda dengan ras Asia, dan berbeda pula dengan ras Afrika. Dengan memahami berbagai jenis ras ini, kita bisa tahu risiko penyakitnya,” katanya.

Budi mencontohkan mutasi genetik BRCA1 dan BRCA2 dapat digunakan dalam mendeteksi risiko kanker payudara sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini apabila ditemukan indikasi melalui sequencing.

Data Genomik Akan Dianalisis Menggunakan AI

Kementerian Kesehatan saat ini menyimpan sekitar 4,5 petabyte data genomik dan menargetkan kapasitas tersebut meningkat hingga 10 petabyte.

Data tersebut akan dianalisis menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi risiko penyakit berat lebih awal sekaligus mendukung penelitian terkait longevity.

Budi menyebut pengelolaan data genomik dalam skala besar membutuhkan infrastruktur big data dengan kapasitas tinggi.

Kunjungan Putri Mahkota Victoria yang juga merupakan Goodwill Ambassador for the Sustainable Development Goals pada United Nations Development Programme (UNDP) diharapkan membuka peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Swedia.

“Kita tentu berharap ke depannya ada dukungan program melalui pendanaan atau donasi teknis, terutama karena inisiatif ini membutuhkan kapasitas pengelolaan big data yang luar biasa besar,” pungkas Menkes Budi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026