
Pantau - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan sekitar 14 ribu jamaah umrah terdampak pembatalan keberangkatan akibat penutupan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada 5-7 September 2026.
Seluruh jamaah yang gagal berangkat menuju Tanah Suci sesuai jadwal awal dipastikan akan mendapatkan penjadwalan ulang penerbangan tanpa dikenakan biaya tambahan.
"Jadi pada 5, 6, dan 7 September 2026 itu kan semuanya dibatalkan keberangkatannya. Ada sekitar kurang lebih 14 ribuan jamaah kita yang kemudian tidak bisa berangkat, jamaah umrah," ungkap Dahnil.
Travel dan Maskapai Wajib Jadwalkan Ulang Jamaah
Kementerian Haji dan Umrah telah mengirimkan surat edaran mengenai tanggung jawab penyelenggara perjalanan umrah dan maskapai dalam menangani jamaah yang terdampak pembatalan penerbangan.
Direktorat Jenderal Bina dan Pengendalian memastikan agen perjalanan umrah dan maskapai wajib memenuhi tanggung jawab masing-masing, terutama memberikan jadwal keberangkatan baru kepada seluruh jamaah yang tertunda.
"Jadi dari Dirjen Bina dan Pengendalian, kami memastikan bahwasanya travel umrah dan maskapai itu harus memenuhi tanggung jawab mereka, terutama terkait dengan penjadwalan ulang," ujarnya.
Pemerintah juga akan terus memantau proses penanganan untuk memastikan hak-hak jamaah tetap dipenuhi oleh agen perjalanan maupun maskapai.
Pengawasan tersebut turut mencakup jamaah yang memilih atau harus kembali ke daerah asal akibat pembatalan penerbangan.
Sebagian jamaah sebelumnya ditampung sementara di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, sedangkan sebagian lainnya telah kembali ke daerah masing-masing sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan baru.
Jamaah yang kembali ke daerah asal antara lain berasal dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.
"Sebagian kemarin ditampung di Asrama Haji Cipondoh, kemudian ada yang kembali kemarin ke daerah masing-masing, baik itu di Jawa maupun di Sumatera. Namun kemudian pihak travel dan maskapai yang menangani jamaah umrah itu harus tetap menjamin penjadwalan ulang mereka," kata Dahnil.
Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi
Pada Selasa, 8 September 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah kembali dibuka untuk operasional penerbangan sehingga perjalanan yang membawa jamaah umrah mulai dapat berjalan kembali sesuai jadwal.
Jumlah jamaah umrah yang diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta disebut dapat mencapai lebih dari 15 ribu orang.
Pemerintah kembali menegaskan proses penjadwalan ulang bagi jamaah yang sebelumnya gagal berangkat harus dilakukan secepat mungkin dan tidak boleh menimbulkan biaya tambahan.
"Bisa lebih dari 15 ribuan ya yang dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi kita pastikan tidak ada penambahan biaya terkait ini. Jadi penjadwalan ulang itu harus dilakukan segera mungkin," tegas Dahnil.
Secara keseluruhan, pemerintah memastikan penanganan sekitar 14 ribu jamaah umrah yang terdampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta menjadi tanggung jawab bersama agen perjalanan dan maskapai, terutama untuk menjamin keberangkatan kembali tanpa biaya tambahan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




