HOME  ⁄  Nasional

Polda Papua Tengah Turunkan Lima Perwira Usut Kebakaran Pasar Bopauda yang Tewaskan 11 Orang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Polda Papua Tengah Turunkan Lima Perwira Usut Kebakaran Pasar Bopauda yang Tewaskan 11 Orang
Foto: Tim penyelidik dari Polda Papua Tengah saat meninjau lokasi kebakaran di Paniai, Selasa 8/9/2026 (sumber: Humas Polda Papua Tengah)

Pantau - Polda Papua Tengah menurunkan lima perwira bersama anggota Reskrim untuk membantu Polres Paniai mengusut kebakaran maut di Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, yang menewaskan 11 orang pada Senin, 7 September 2026 dini hari.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan para perwira yang diterjunkan terdiri atas perwira pertama dan perwira menengah untuk membantu mengungkap penyebab kebakaran.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini juga memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol. Asep Sayidi Wijaya dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol. I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai.

"Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini telah memerintahkan Dirreskrimum Kombes Pol. Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol. I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai untuk memimpin penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui," ungkap Henry.

Polisi Kumpulkan Barang Bukti dan Periksa Saksi

Penyelidikan saat ini difokuskan pada pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Polisi hingga kini belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran," ungkap Henry.

Kepolisian juga masih menunggu dukungan tim Laboratorium Forensik atau Labfor dari Polda Papua untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Tim Disaster Victim Identification atau DVI akan dilibatkan untuk membantu penanganan dan proses identifikasi terhadap 11 korban meninggal dunia.

Sebanyak 11 korban meninggal terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak yang berasal dari dua keluarga serta seorang warga yang meninggal akibat luka bakar.

Keluarga pertama terdiri atas Hasyim berusia 30 tahun, istrinya Rizka Falma berusia 28 tahun, serta tiga anak mereka, Ardi berusia 9 tahun, Icha 6 tahun, dan Al Yusuf 2 tahun.

Keluarga kedua terdiri atas Wandi berusia 36 tahun, istrinya Herlina berusia 30 tahun, serta tiga anak mereka, Aska berusia 9 tahun, Abie 6 tahun, dan Adit 5 tahun.

Satu korban lainnya adalah Najamuddin yang berusia 70 tahun.

Seluruh korban meninggal saat ini disemayamkan di RSUD Paniai.

Kepolisian berencana melakukan pemeriksaan visum terhadap para korban setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga.

Sebanyak 49 Bangunan Hangus dan 148 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut menghanguskan 49 bangunan yang terdiri atas kios dan rumah.

Peristiwa itu juga mengakibatkan 148 orang kehilangan tempat tinggal.

Kepolisian telah mendirikan posko bagi masyarakat terdampak kebakaran di halaman Polsek Paniai Timur.

Meski posko telah disediakan, sebagian warga terdampak memilih mengungsi dan tinggal sementara di rumah keluarga masing-masing.

Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung sehingga belum dapat menyimpulkan ataupun berspekulasi mengenai penyebab kebakaran.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi mengenai penyebab kebakaran yang belum terverifikasi.

"Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar," ungkap Henry.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026