
Pantau - Dokter spesialis paru RSUD Kota Tangerang Virginia Nurya Hikmawati memperingatkan abu vulkanik yang terhirup hingga mencapai paru-paru dapat memicu reaksi peradangan pada jaringan pernapasan sehingga masyarakat diminta mengurangi paparan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Virginia menjelaskan abu vulkanik memiliki karakteristik dan kandungan berbeda dengan debu biasa sehingga dampaknya terhadap tubuh perlu mendapat perhatian.
"Kalau debu biasa kandungannya bisa berupa tanah, serat kain, jamur, maupun alergen. Sementara abu vulkanik memiliki partikel mineral dan logam, termasuk kuarsa dan silika," kata Virginia dalam keterangannya di Tangerang, Rabu.
Tubuh akan mengenali abu vulkanik yang terhirup sebagai benda asing sehingga kondisi tersebut dapat memicu peningkatan produksi lendir pada saluran pernapasan.
Penderita Asma Berisiko Mengalami Kekambuhan
Dampak paparan abu vulkanik dapat lebih terasa pada masyarakat yang sebelumnya telah memiliki gangguan pernapasan.
"Orang yang sudah memiliki penyakit pernapasan sebelumnya, bisa mengalami kekambuhan, seperti asma," ungkapnya.
Virginia menjelaskan gejala yang muncul dapat berbeda bergantung pada bagian tubuh yang terkena paparan abu vulkanik.
Paparan pada mata dapat menyebabkan rasa perih dan gatal, sedangkan abu yang mengenai hidung serta tenggorokan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, batuk, hingga sakit tenggorokan.
Partikel yang masuk lebih jauh hingga mencapai paru-paru dapat menyebabkan batuk lebih berat dan sesak napas.
"Kalau sudah ada sesak napas, itu menjadi salah satu tanda bahwa kita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan," katanya.
Masyarakat juga disarankan segera membersihkan diri setelah kembali ke rumah dengan mencuci tangan dan wajah serta menjaga kebersihan tubuh untuk mengurangi partikel yang menempel.
"Intinya, kurangi pajanan, kurangi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan, terutama bagi kelompok rentan. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pantau informasi resmi dari pemerintah," kata dia.
Warga Diminta Gunakan Masker dan Tetap Waspada
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan penggunaan masker merupakan langkah sederhana untuk melindungi diri dan mencegah ISPA setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau di kawasan Jabodetabek hingga Jawa Barat.
Sachrudin mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan menggunakan masker serta terus mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah.
"Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik. Yang penting kita jaga kesehatan kita," katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




