HOME  ⁄  Nasional

Aktivitas Gempa Susulan Flores Menurun, Warga NTT Tetap Diminta Waspada hingga Empat Pekan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Aktivitas Gempa Susulan Flores Menurun, Warga NTT Tetap Diminta Waspada hingga Empat Pekan
Foto: (Sumber :Gubernur NTT Melki Laka Lena (kedua kiri) bersama Bupati Sikka Juventus Prima (kanan) saat berada di Maumere. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT.)

Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyatakan aktivitas gempa susulan di Flores mulai menunjukkan tren penurunan, tetapi masyarakat tetap diminta waspada karena gempa diperkirakan masih berpotensi terjadi selama tiga hingga empat minggu ke depan.

"BMKG menyampaikan bahwa sampai Selasa (8/9) pukul 05.00 Wita sudah terjadi sekitar 13 ribu gempa susulan, dan 177 diantaranya dirasakan oleh masyarakat. Aktivitasnya memang menunjukkan tren menurun, tetapi masih fluktuatif," kata Melki di Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu.

Menurut Melki, perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut membuat kesiapsiagaan masyarakat serta pemerintah tetap perlu dijaga.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi penyintas karena September dan Oktober merupakan periode menuju puncak musim kemarau yang dapat memengaruhi kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.

Ribuan Rumah Terdampak Masih Didata

Pemerintah terus melakukan pendataan kerusakan rumah dan masyarakat terdampak untuk memastikan bantuan serta penanganan diberikan secara tepat sasaran.

Sebanyak 3.042 rumah telah didata, sementara 1.252 data masih dalam proses input dan sekitar 2.808 rumah lainnya masih dalam tahap pendataan.

"Tim verifikasi yang sudah mendapat pembekalan dari BNPB terus bekerja untuk memastikan seluruh data kerusakan dan masyarakat terdampak dapat diverifikasi dengan baik," ujarnya.

Melki menargetkan proses verifikasi berikutnya dapat diselesaikan pada pekan depan agar pemerintah segera menentukan langkah penanganan berdasarkan data yang telah dinyatakan valid.

Pemerintah juga mulai mempersiapkan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Pengungsi di Sikka Tersisa 925 Kepala Keluarga

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam menangani masyarakat terdampak gempa, termasuk warga di Pulau Palue.

Dukungan tersebut juga mencakup koordinasi untuk membantu akses transportasi laut menuju wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan Satuan Tugas Penanganan Bencana, jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka terus menurun dan saat ini tercatat sebanyak 925 kepala keluarga.

Para pengungsi tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Palue, Kangae, dan Nita.

Gempa di wilayah tersebut juga menyebabkan enam orang meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026