
Pantau - Pemerintah Sudan menyampaikan keinginan untuk kembali mengirim personel militernya mengikuti pendidikan di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.
Keinginan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kedua menteri membahas sejumlah peluang kerja sama yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Sudan.
"Dalam pertemuan kedua Menteri Pertahanan tadi, berbicara tentang peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya di bidang pertahanan," kata Rico seusai pertemuan.
Sudan Ingin Personel Militernya Kembali Belajar di Indonesia
Pembicaraan kedua negara mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan program pendidikan dan pelatihan di bidang pertahanan.
Indonesia dan Sudan juga membahas peluang pertukaran personel dan kadet serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan.
Salah satu hal yang secara khusus disampaikan Sudan adalah keinginan untuk kembali memberikan kesempatan kepada personel militernya menempuh pendidikan di Indonesia.
"Sudan antara lain menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia," ujar Rico.
Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan mengatakan kunjungannya ke Indonesia bertujuan memperkuat kerja sama kedua negara, terutama dalam bidang pertahanan.
"Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia bertemu dengan Menhan RI adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, dan terkhususnya di bidang pertahanan," kata Hassan melalui penerjemah.
Hassan mengatakan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Sudan telah berlangsung sejak lama sehingga masih terdapat peluang untuk membangun berbagai program strategis secara bersama-sama.
Menurut Hassan, kedekatan Indonesia dan Sudan juga didukung oleh sejumlah kesamaan serta hubungan yang telah terjalin di antara masyarakat kedua negara.
Sudan selama ini turut memberikan kesempatan kepada warga negara Indonesia untuk menempuh pendidikan di International University of Africa di Sudan.
Hassan berharap penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Sudan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat kedua negara.
Sudan juga ingin mempelajari berbagai pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Indonesia untuk kemudian diterapkan sesuai dengan kebutuhan negaranya.
Hubungan Diplomatik Indonesia-Sudan Terjalin Sejak 1960
Pertemuan Sjafrie dan Hassan berlangsung dalam suasana hangat sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan hubungan persahabatan Indonesia dan Sudan.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Sudan telah terjalin sejak 1960.
Sebelumnya, Sjafrie menerima kunjungan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali pada 21 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak antara lain membahas peluang kerja sama di bidang pertahanan dan teknologi militer.
Pertemuan pada April 2026 itu juga membahas peluang kerja sama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
- Penulis :
- Leon Weldrick




